PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan berbasis environmental, social, and governance (ESG). Langkah strategis ini diambil guna memperkokoh ketahanan bisnis BUMN material konstruksi tersebut di tengah tantangan ekonomi global dan ketatnya persaingan industri semen nasional.
"Prinsip keberlanjutan dalam kerangka ESG merupakan elemen penting yang tak terpisahkan dalam operasi bisnis SIG," kata Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra dikutip dari Antara, Minggu (20/9).
Khusus pada pilar governance (tata kelola), SIG konsisten menerapkan lima prinsip utama good corporate governance(GCG), yaitu transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran. Penerapan GCG di setiap lini operasional terbukti ampuh menjaga profitabilitas dan pertumbuhan kinerja perusahaan, terutama saat industri semen nasional sedang mengalami kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity).
Guna memastikan implementasi GCG berjalan optimal dan terintegrasi, SIG telah membentuk Komite Keberlanjutan sejak tahun 2021.
"Komite ini berperan dalam memantau pelaksanaan agenda keberlanjutan serta mendukung pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030," jelasnya.
Selain itu, SIG menyiagakan kerangka Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). Fasilitas ini berfungsi mengidentifikasi, mengelola, serta memitigasi risiko dan peluang yang berkaitan dengan perubahan iklim, sekaligus meningkatkan transparansi tata kelola perusahaan.
Evaluasi dan pengukuran kualitas GCG juga dilakukan secara berkala. Standar penilaian yang digunakan mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta regulasi relevan lainnya.
Advertisement
Sabet Predikat 'Leadership'
Kerja keras tersebut membuah hasil manis. Pada tahun 2025, SIG berhasil mengantongi skor GCG sebesar 102,67 dengan predikat ”Leadership in Corporate Governance”. Perusahaan juga dianugerahi penghargaan Best State-Owned Enterpriseoleh The Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
Menurut Indra, seluruh capaian tersebut menegaskan komitmen kuat SIG dalam menerapkan GCG yang sejajar dengan standar internasional ACGS.
"SIG berkomitmen untuk terus melanjutkan praktik GCG untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ucap Indra.
Teranyar, konsistensi SIG kembali mendapat apresiasi publik. SIG sukses memboyong penghargaan Katadata ESG Insight (KESGI) Award 2026 kategori Tata Kelola sektor Material Konstruksi atas kinerja dan inisiatif unggulnya dalam penerapan ESG pilar Tata Kelola.
Apresiasi tersebut diserahkan langsung kepada ESG Project Management Senior Manager SIG Arif Kurniawan dalam ajang Katadata Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2026 di Jakarta.