Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada Jumat (24/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah operasi pencarian memasuki hari ke-10 dan seluruh area yang menjadi fokus pencarian telah disisir secara maksimal.
Penutupan operasi merupakan hasil debriefing yang melibatkan Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban. Dari hasil evaluasi, tidak ditemukan lagi petunjuk baru yang dapat dijadikan dasar untuk melanjutkan pencarian.
"Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10 karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, dan perwakilan keluarga korban," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Hingga hari terakhir operasi, Tim SAR Gabungan tetap mengerahkan seluruh unsur yang terlibat. Penyisiran difokuskan di wilayah barat dan timur Kepulauan Sabalana sesuai rencana pencarian yang telah disusun.
"Seluruh upaya pencarian telah kami laksanakan sesuai prosedur operasi. Namun, tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban di lokasi pencarian," ujar Sultan.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan cuaca buruk menjadi tantangan terbesar selama operasi SAR berlangsung. Angin dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 15-20 knot memicu gelombang setinggi sekitar tiga meter.
"Dalam operasi SAR kali ini tidak pernah ada cuaca yang benar-benar bagus. Karena itu kami lebih banyak memanfaatkan speed boat yang dibawa kapal induk untuk menjangkau pulau-pulau kecil yang tidak bisa didekati KN SAR Kamajaya," jelas Arif.
Advertisement
Berlanjut ke Operasi Evakuasi
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, Basarnas memastikan koordinasi tetap dilakukan apabila ada informasi baru terkait korban yang belum ditemukan. Setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti melalui operasi evakuasi sesuai prosedur yang berlaku.
"Jadi bukan lagi operasi pencarian, tetapi operasi evakuasi. Korban yang ditemukan akan langsung diambil untuk diserahkan kepada tim DVI," ujar Arif.
Berdasarkan hasil validasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 penumpang ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, sedangkan 14 penumpang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.