Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang pria berusia 27 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kawasan Hutan Kolam, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan. Korban, Adeuan Nasution, ditemukan dalam kondisi selamat setelah pencarian intensif selama tiga hari. Penemuan ini membawa kelegaan bagi keluarga dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian.
Peristiwa hilangnya Adeuan Nasution ini bermula ketika ia tidak kembali setelah pergi mencari kayu bakar di hutan tersebut pada Jumat (31/7). Keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos SAR Tanjung Balai Asahan. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel SAR.
Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengonfirmasi bahwa Adeuan Nasution ditemukan pada Ahad (2/8) dalam keadaan kelelahan. Setelah penemuan, korban langsung dievakuasi ke lokasi aman untuk penanganan awal sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk pemulihan lebih lanjut.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Hilangnya Adeuan Nasution di Hutan Kolam Asahan
Kisah hilangnya Adeuan Nasution, pria 27 tahun, dimulai pada Jumat, 31 Juli, ketika ia pergi ke Hutan Kolam, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, untuk mencari kayu bakar. Aktivitas rutin ini berubah menjadi kekhawatiran saat Adeuan tak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi oleh keluarganya. Keluarga yang diliputi kecemasan segera memulai pencarian mandiri di sekitar area hutan.
Namun, upaya pencarian yang dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Menyadari situasi yang semakin genting, pihak keluarga memutuskan untuk melaporkan hilangnya Adeuan Nasution kepada pihak berwenang. Laporan ini kemudian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melalui Pos SAR Tanjung Balai Asahan.
Menindaklanjuti laporan adanya orang hilang ini, personel SAR segera dikerahkan. Tim ini dibentuk untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap Adeuan Nasution. Kecepatan respons ini menjadi kunci dalam upaya menemukan korban yang telah beberapa hari berada di dalam hutan.
Advertisement
Advertisement
Operasi Pencarian Intensif Tim SAR Gabungan
Setelah laporan diterima, operasi pencarian terhadap Adeuan Nasution segera dimulai dengan melibatkan tim SAR gabungan. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, termasuk Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Polsek Sei Kepayang, Koramil TNI AD, perangkat desa, serta masyarakat dan keluarga korban. Kolaborasi antarpihak ini sangat penting untuk memaksimalkan cakupan area pencarian.
Dalam operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari, tim SAR gabungan melakukan penyisiran secara intensif di kawasan Hutan Kolam. Area hutan tersebut dikenal memiliki vegetasi yang cukup lebat dan medan yang sulit, menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas. Setiap sudut hutan diperiksa dengan cermat untuk menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Setelah upaya keras dan tanpa henti, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Adeuan Nasution. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat beberapa hari berada di dalam hutan. Penemuan ini menjadi bukti efektivitas koordinasi dan kerja sama tim yang solid dalam menghadapi situasi darurat.
Advertisement
Saat ditemukan, kondisi Adeuan Nasution memang menunjukkan kelelahan yang signifikan. Tim segera memberikan penanganan awal dan melakukan evakuasi menuju lokasi yang lebih aman. Setelah mendapatkan penanganan yang memadai, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan perawatan dan pemulihan lebih lanjut.
Advertisement
Apresiasi dan Imbauan Keselamatan di Kawasan Hutan
Kepala Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh unsur SAR gabungan atas dedikasi dan kerja keras mereka. "Korban Adeuan Nasution ditemukan dalam kondisi selamat," ujar Hery dalam keterangan resmi yang diterima di Medan. Keberhasilan operasi ini menunjukkan profesionalisme tim dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian ini mencakup Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Asahan, Polsek Sei Kepayang, Koramil TNI AD, perangkat desa, serta masyarakat dan keluarga korban. Sinergi antara lembaga pemerintah, aparat keamanan, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan misi ini. Mereka bekerja bahu-membahu hingga korban berhasil ditemukan.
Lebih lanjut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan hutan atau wilayah dengan kondisi medan yang sulit. Penting untuk selalu membawa perlengkapan yang memadai dan memberitahukan kepada keluarga atau pihak terkait mengenai lokasi serta rencana aktivitas yang akan dilakukan. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang dan memastikan keselamatan warga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews