Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Cek Rinciannya Sebelum Transaksi

Harga Emas Antam turun Rp1.000 ke Rp2.627.000/gram, buyback Rp2.462.000. Simak daftar harga per pecahan dan faktor global yang menekan emas.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Cek Rinciannya Sebelum Transaksi
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di sebuah gerai emas, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas Antam kembali susut Rp 4.000 per gram di awal pekan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga Emas Antam bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). Mengutip laman logammulia.com, harga jual berada di Rp 2.627.000 per gram, turun Rp 1.000 dibandingkan posisi sebelumnya.

Harga buyback emas Antam juga terkoreksi Rp 1.000 menjadi Rp 2.462.000 per gram. Sebagai catatan, harga buyback adalah nilai yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan ke Antam, sementara harga pada awal perdagangan merupakan harga jual ke konsumen.

Emas Antam sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.989.000 per gram. Harga emas bersifat fluktuatif mengikuti pergerakan global dan kondisi pasar.

Rincian Harga Emas Antam Selasa (22/9/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.363.500
  • 1 gram: Rp 2.627.000
  • 2 gram: Rp 5.194.000
  • 3 gram: Rp 7.766.000
  • 5 gram: Rp 12.910.000
  • 10 gram: Rp 25.765.000
  • 25 gram: Rp 64.287.000
  • 50 gram: Rp 128.495.000
  • 100 gram: Rp 256.912.000
  • 250 gram: Rp 642.015.000
  • 500 gram: Rp 1.283.820.000
  • 1.000 gram: Rp 2.567.600.000

Karena bergerak dinamis, investor disarankan memantau pembaruan harga secara berkala sebelum bertransaksi.

Emas Global Melemah Usai Bursa AS Menguat

Harga emas dunia turun setelah penutupan perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Senin. Kenaikan tajam bursa saham, penurunan harga minyak, serta sedikit turunnya imbal hasil obligasi AS mengurangi minat terhadap aset lindung nilai.

Mengutip Kitco, Selasa (22/9/2026), emas spot berada di sekitar US$ 4.337,20 per ounce atau melemah 0,95%. Perak spot diperdagangkan di kisaran US$ 66,08 per ounce, turun 0,44%.

Wall Street ditutup menguat: S&P 500 naik 1,5% ke 7.764,70, Nasdaq Composite melonjak 2,3% ke 27.122,09, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,7% ke 52.048,83.

Penguatan saham mengurangi permintaan emas sebagai safe haven, sementara ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih cenderung ketat.

Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan membawa kisaran target ke 3,75%-4%. Proyeksi median The Fed menunjukkan suku bunga mendekati 4,1% pada akhir tahun.

Kebijakan The Fed dan Dampaknya ke Harga Emas Antam

Sejumlah rilis ekonomi AS memperkuat pandangan kebijakan moneter ketat. Penjualan ritel Agustus naik 1,2%, sementara klaim awal pengangguran turun ke 196.000.

Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88%. Kondisi ini menekan emas yang tidak menawarkan imbal hasil.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun memang turun ke 4,95%-4,96%, namun tetap dekat batas psikologis 5%.

Harga minyak juga terkoreksi empat sesi beruntun. Brent ditutup di US$ 100,34 per barel (-3,4%), sedangkan West Texas Intermediate (WTI) di US$ 95,78 per barel (-4,5%).

Penurunan minyak mengurangi premi risiko geopolitik di komoditas, menjadi penahan kenaikan emas dalam jangka pendek.

Analis pasar XS.com Rania Gule mengatakan, "faktor-faktor fundamental yang saling bertentangan sedang membentuk pasar."

Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membatasi momentum harga emas. Namun, risiko geopolitik, permintaan bank sentral, serta kekhawatiran fiskal masih menjadi faktor pendukung untuk pembelian emas dalam jangka panjang.

Level Teknis Emas: Support-Resistance yang Dipantau

Pasar obligasi AS menjadi salah satu risiko struktural bagi emas. Imbal hasil Treasury 10 tahun yang mendekati 5% meningkatkan biaya pinjaman dan memberi tekanan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak.

Utang pemerintah AS yang dimiliki publik mencapai US$ 31,3 triliun pada April, kurang lebih setara dengan ukuran ekonomi AS. Pada tahun fiskal 2025, belanja bunga bersih telah melampaui belanja pertahanan nasional.

Dari sisi teknikal, pelaku pasar menyoroti area kenaikan berikutnya di US$ 4.400–US$ 4.407,27 per ounce. Jika tembus berkelanjutan, potensi penguatan mengarah ke US$ 4.443 dan US$ 4.475.

Untuk sisi bawah, level US$ 4.334 menjadi batas penting. Penembusan membuka jalan ke US$ 4.304 dan US$ 4.261.

Resistance awal berada di US$ 4.370,78 lalu US$ 4.407,27. Support pertama di US$ 4.341,90 kemudian US$ 4.334.

Dengan latar tersebut, harga emas masih menghadapi tarik-menarik antara tekanan suku bunga tinggi dan dukungan dari risiko geopolitik serta pembelian bank sentral.

Rekomendasi