Tahukah Anda? DPD RI Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tarik Minat Generasi Muda Jadi Petani
Anggota DPD RI Muhdi menekankan pentingnya **modernisasi pertanian** untuk menarik generasi muda agar mau menjadi petani, mengatasi ancaman regenerasi dan menjamin ketahanan pangan.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah, Muhdi, mengingatkan pemerintah tentang pentingnya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja di Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 11 Oktober.
Menurut Muhdi, kurangnya regenerasi petani saat ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan, terutama mengingat Jawa Tengah adalah salah satu provinsi penopang pangan nasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Salah satu solusi utama yang diusulkan adalah melalui modernisasi pertanian dan pemberian fasilitasi yang memadai dari pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat mengubah persepsi generasi muda terhadap profesi petani.
Pentingnya Modernisasi Pertanian untuk Generasi Muda
Muhdi menegaskan bahwa generasi muda saat ini cenderung kurang tertarik pada cara bertani yang masih tradisional dan konvensional. Pendekatan lama ini dinilai tidak lagi relevan dengan preferensi dan gaya hidup kaum milenial.
Oleh karena itu, modernisasi sistem pertanian menjadi kunci utama untuk menarik minat mereka. Inovasi teknologi dan metode pertanian yang lebih efisien dapat membuat sektor ini lebih menarik dan menjanjikan.
Fasilitasi pemerintah tidak hanya sebatas ketersediaan pupuk, namun harus mencakup dukungan terhadap adopsi teknologi pertanian modern. Ini termasuk pelatihan dan akses terhadap peralatan canggih yang relevan.
Jaminan Harga Komoditas dan Peran Bulog
Selain modernisasi, Muhdi juga menyoroti pentingnya kepastian jaminan harga komoditas pascapanen. Fluktuasi harga yang sering terjadi setelah panen kerap merugikan petani dan mengurangi semangat mereka.
"Di kita kadang-kadang kan begitu panen, harga (komoditas, red.) terus anjlok," kata mantan Rektor Universitas PGRI Semarang (Upgris) itu. Kondisi ini membuat petani enggan untuk terus berproduksi.
Untuk mengatasi masalah ini, DPD RI telah mendorong Bulog agar berperan lebih aktif dalam menstabilkan harga. Bulog diharapkan dapat membeli seluruh hasil panen petani dengan harga yang layak.
Dengan demikian, Bulog dapat menyalurkan komoditas tersebut saat masa paceklik atau kelangkaan stok, sehingga harga di tingkat masyarakat tetap stabil dan tidak melonjak tinggi. Ini adalah fungsi Bulog yang sangat diharapkan.
Prospek Pertanian dan Koperasi Merah Putih
Berbagai aspek yang disebutkan Muhdi tersebut dinilai penting untuk dibenahi secara menyeluruh. Hal ini bertujuan agar anak-anak muda semakin tertarik untuk menjadi petani.
Prospek produk pertanian sendiri memiliki nilai jual yang bagus di pasaran, asalkan dikelola dengan baik dan didukung oleh ekosistem yang kondusif. Potensi ini harus dimaksimalkan.
Muhdi juga menyampaikan harapannya agar koperasi, seperti Koperasi Merah Putih, dapat menjadi penyedia bahan pokok dengan harga standar. Bahkan, diharapkan harganya bisa lebih murah dari pasar.
Langkah-langkah ini secara keseluruhan akan menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi petani. Ini juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui partisipasi aktif generasi muda.
Sumber: AntaraNews