Senator DIY Ajak Suporter Rawat Semangat Mataram is Love Jelang Liga 1
Anggota DPD RI DIY menyerukan suporter untuk menjaga kondusifitas dengan merawat gagasan Mataram is Love, menyusul promosi dua klub sepak bola asal Yogyakarta ke Liga 1.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Ahmad Syauqi Soeratno, mengajak seluruh suporter klub sepak bola di wilayah tersebut untuk senantiasa merawat gagasan "Mataram is Love". Ajakan ini bertujuan menjaga suasana tetap kondusif menjelang dimulainya kompetisi musim depan, terutama dengan kehadiran dua tim DIY di Liga 1.
Menurut Syauqi, sudah bukan masanya lagi menghidupkan pertandingan melalui narasi yang dapat memicu konflik di antara para pendukung. Pernyataan ini disampaikan di Yogyakarta pada Minggu (24/5), menekankan pentingnya persatuan dan sportivitas.
Mantan General Manager PSIM Yogyakarta ini menegaskan bahwa semangat "Mataram is Love" harus diperkuat sebagai landasan perdamaian bagi semua pihak, termasuk pengelola klub, suporter, fans, dan pihak terkait lainnya. Hal ini menjadi krusial mengingat PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta kini sama-sama berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Menguatkan Mataram is Love untuk Persatuan Sepak Bola
Ahmad Syauqi Soeratno, yang juga mantan Ketua Umum Asprov PSSI DIY periode 2019–2023, menekankan pentingnya menguatkan gagasan "Mataram is Love" sebagai semangat perdamaian. Semangat ini diharapkan merangkul semua elemen sepak bola di Yogyakarta, dari pengelola klub hingga para penggemar setia.
Keberhasilan dua klub asal DIY, PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta, promosi ke Liga 1 menjadi momentum tepat untuk menunjukkan persatuan. Syauqi mengajak seluruh pihak untuk mensyukuri pencapaian ini dan menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun atmosfer kompetisi yang sehat dan positif.
Ia mengingatkan bahwa cita-cita pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah menjadikan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Oleh karena itu, DIY dan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana kompetisi sesungguhnya adalah ajang bersaing dalam kebaikan, bukan konflik.
Peran Pemerintah dan Potensi DIY sebagai Barometer Sepak Bola
Untuk mendukung terciptanya kondisi yang kondusif, Syauqi mengaku telah menyampaikan kepada dinas dan instansi berwenang agar mempersiapkan pengamanan jelang kompetisi musim depan. Ia meminta Kapolres untuk duduk bersama merumuskan pola pengamanan yang lebih mengedepankan pencegahan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta juga diminta untuk melakukan pendekatan sosiokultural. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah perseteruan dan konflik di luar pertandingan, memastikan semangat sportivitas tetap terjaga.
Syauqi menegaskan bahwa jiwa sportivitas sejati berasal dari upaya memastikan prestasi terbaik dalam kondisi yang objektif. Dengan adanya dua tim di Liga 1, DIY memiliki potensi besar untuk menjadi barometer sepak bola nasional, mendorong tim-tim lain seperti Persiba Bantul dan klub Magelang untuk ikut berprestasi.
DIY Berpotensi Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional
Tidak hanya dalam hal prestasi klub, Syauqi juga melihat potensi DIY untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, fasilitas dan sarana prasarana pendukung di DIY sudah sangat memadai untuk menggelar ajang olahraga berskala nasional tersebut.
Ketersediaan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) yang lengkap, ditambah dengan bibit talenta olahraga yang luar biasa, semakin memperkuat argumen ini. Hal ini menunjukkan bahwa Yogyakarta tidak hanya memiliki warisan budaya yang kaya, tetapi juga infrastruktur olahraga yang siap bersaing.
Potensi ini diharapkan dapat semakin mendorong pengembangan olahraga di DIY secara menyeluruh, tidak hanya sepak bola. Dengan dukungan semua pihak, Yogyakarta dapat terus berkontribusi bagi kemajuan olahraga Indonesia.
Sumber: AntaraNews