Keren! Petani Muda Didorong Adopsi Pertanian Presisi, Pakai Drone untuk Sebar Benih Demi Ketahanan Pangan

Kementerian PPN mendorong petani muda mengadopsi pertanian presisi modern, termasuk penggunaan drone, demi percepatan swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional. Simak selengkapnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Keren! Petani Muda Didorong Adopsi Pertanian Presisi, Pakai Drone untuk Sebar Benih Demi Ketahanan Pangan
Bappenas gencar dorong peran petani milenial dalam pertanian modern berbasis smart precision agriculture. Simak bagaimana inovasi ini mempercepat swasembada pangan nasional! (AntaraNews)

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) secara aktif mendorong generasi petani muda di Indonesia untuk mengadopsi praktik pertanian modern. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Dorongan ini disampaikan dalam acara panen raya di Subang, Jawa Barat.

Frans B.M. Dabukke, seorang staf ahli dari Kementerian PPN, menegaskan pentingnya peran petani muda dalam regenerasi sektor pertanian. Partisipasi mereka krusial untuk inovasi berkelanjutan dan kemajuan pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia berharap ini menjadi peluang bagi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Dabukke mengamati langsung penggunaan drone untuk penyebaran benih padi, sebuah inovasi yang diharapkan menjadi standar baru. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan. Targetnya adalah peningkatan hasil panen hingga 14 ton per hektare.

Mendorong Inovasi dan Regenerasi Petani Muda

Frans B.M. Dabukke dari Kementerian PPN menekankan bahwa keterlibatan petani muda adalah elemen penting untuk keberlanjutan sektor pertanian. Regenerasi petani menjadi kunci utama dalam memastikan pasokan pangan di masa depan. Inovasi berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan.

Ia menyatakan bahwa adopsi pertanian presisi modern dapat membuka peluang baru bagi para petani muda. Mereka dapat menyediakan dan memperluas layanan pertanian yang lebih canggih. Ini termasuk penggunaan teknologi digital untuk efisiensi.

Dabukke menyoroti bagaimana teknologi digital membantu petani muda mengoptimalkan pemetaan lahan dan pemupukan. Selain itu, pengendalian hama juga dapat dilakukan dengan lebih efektif. Peningkatan ini diharapkan mempercepat swasembada pangan nasional.

Kementerian juga menggarisbawahi pentingnya replikasi dan perluasan komunitas pertanian berbasis teknologi. Tujuannya adalah untuk mendorong partisipasi lebih besar dari petani muda. Mereka diharapkan membangun pertanian berkelanjutan di seluruh negeri.

Peningkatan Produktivitas dan Target Swasembada Beras

Pendekatan pertanian modern melalui pertanian presisi diharapkan mampu meningkatkan tingkat produktivitas secara signifikan. Hasil panen yang semula 10 ton per hektare ditargetkan dapat meningkat hingga 14 ton per hektare. Peningkatan ini akan berdampak positif pada pasokan pangan.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis bahwa Indonesia akan segera mencapai swasembada beras. Optimisme ini didukung oleh peningkatan produksi beras nasional yang terus terjadi. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Jumat.

“Insya Allah, dalam tiga bulan ke depan, jika tidak ada halangan, kita akan bisa mendeklarasikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras,” ujar Menteri Amran. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan pemerintah terhadap capaian tersebut. Ini adalah target penting bagi ketahanan pangan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan total produksi beras dari Januari hingga November 2025 akan mencapai 33,19 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 12,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 29,47 juta ton. Data ini memperkuat optimisme swasembada.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi