EMTEK Luncurkan Biodiversity Pledge Terinspirasi dari Garuda, Lambang Negara Indonesia

Inisiatif ini bertujuan menerjemahkan kesadaran mengenai keanekaragaman hayati menjadi tindakan sehari-hari di lingkungan kerja.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
EMTEK Luncurkan Biodiversity Pledge Terinspirasi dari Garuda, Lambang Negara Indonesia
Sustainability Champions EMTEK berkumpul di Taman Burung Jagat Satwa Nusantara dalam peluncuran Biodiversity Pledge. (Dok Emtek)

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) meluncurkan Ikrar Keanekaragaman Hayati dan menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi yang berpartisipasi untuk mendorong aksi nyata bagi lingkungan di tempat kerja.

Terinspirasi oleh upaya pelestarian elang jawa (Nisaetus bartelsi) yang terancam punah dan secara luas dianggap sebagai inspirasi nyata di balik lambang negara Garuda Pancasila, inisiatif ini bertujuan menerjemahkan kesadaran mengenai keanekaragaman hayati menjadi tindakan sehari-hari di lingkungan kerja.

Inisiatif ini diperkenalkan dalam EMTEK Biodiversity Day yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026 bekerja sama dengan Jagat Satwa Nusantara (JSN) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Perwakilan dari berbagai divisi di EMTEK Holding turut berpartisipasi, dengan jumlah peserta mencapai hampir 40 persen dari total karyawan perusahaan.

Setelah program tersebut, Sustainability Champions yang mewakili hampir satu dari setiap lima karyawan ditunjuk untuk membantu meningkatkan kesadaran mengenai keanekaragaman hayati serta mendorong aksi nyata bagi lingkungan di dalam tim masing-masing.

Para peserta mempelajari bagaimana kegiatan konservasi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran publik dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar serta ekosistem Indonesia. Program ini memadukan sesi pembelajaran interaktif mengenai keanekaragaman hayati dengan pengamatan satwa secara langsung yang dipandu oleh Tim Keanekaragaman Hayati JSN.

Belajar dari Elang Jawa

Elang Jawa yang merupakan inspirasi lambang negara Indonesia, Garuda. (Dok Emtek)
Elang Jawa yang merupakan inspirasi lambang negara Indonesia, Garuda. (Dok Emtek)

Elang jawa yang terancam punah dan hanya ditemukan di Pulau Jawa menjadi simbol utama dari pesan konservasi dalam program ini. Melalui upaya konservasi dan penangkarannya, JSN Taman Burung telah berhasil mengembangbiakkan berbagai jenis burung langka dan dilindungi, termasuk elang jawa, elang harpy Papua, dan elang emas Amerika. 

"Berbagai tekanan lingkungan yang dihadapi Jakarta mengingatkan kita akan pentingnya keanekaragaman hayati perkotaan. Salah satu contoh penting adalah elang jawa, spesies endemik yang terancam punah dan diasosiasikan dengan Garuda, lambang negara Indonesia," ujar M. Fardhan Khan, Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara.

"Keberhasilan dalam mengembangbiakkan spesies ini menunjukkan bagaimana konservasi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran publik dapat berjalan bersama untuk membantu melindungi satwa liar Indonesia."

EMTEK menyampaikan apresiasi kepada JSN dan Tim Keanekaragaman Hayatinya yang telah membantu menyampaikan topik keanekaragaman hayati dan konservasi dengan cara yang mudah dipahami melalui program yang menarik dan berbasis pengalaman langsung.

Menghubungkan Keanekaragaman Hayati dengan Kehidupan Perkotaan

Terinspirasi oleh Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, EMTEK Biodiversity Day menyoroti keterkaitan antara keanekaragaman hayati dan berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan, termasuk polusi udara, peningkatan suhu, berkurangnya ruang terbuka hijau, dan hilangnya habitat.

"Keanekaragaman hayati adalah keragaman kehidupan—tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan ekosistem—serta bagaimana seluruhnya saling bergantung satu sama lain," ujar Titi Maria Rusli, Direktur EMTEK sekaligus Ketua Komite ESG EMTEK.

"Bhinneka Tunggal Ika, atau Berbeda-beda tetapi Tetap Satu, mengingatkan kita bahwa keberagaman memberikan kekuatan dan bahwa kita membutuhkan satu sama lain untuk dapat berkembang. Prinsip yang sama juga berlaku di alam. Melindungi keanekaragaman hayati berarti memahami bahwa kesejahteraan manusia, satwa liar, dan ekosistem saling terhubung."

Menerjemahkan Pembelajaran Menjadi Aksi di Tempat Kerja

EMTEK Biodiversity Day ditutup dengan penandatanganan Ikrar Keanekaragaman Hayati EMTEK oleh jajaran manajemen dan perwakilan dari berbagai divisi yang berpartisipasi. Melalui ikrar tersebut, para peserta berkomitmen untuk menggunakan energi, air, dan material secara bertanggung jawab; mengurangi konsumsi yang tidak diperlukan dan timbulan sampah; menghormati tumbuhan dan satwa liar; serta membagikan praktik-praktik sederhana yang mendukung lingkungan kepada tim masing-masing.

Perwakilan dari berbagai divisi yang berpartisipasi juga ditunjuk sebagai Sustainability Champions untuk membantu mengoordinasikan komunikasi terkait keberlanjutan serta mendorong aksi nyata bagi lingkungan di divisi masing-masing.

"Keanekaragaman hayati bukan hanya persoalan konservasi. Karyawan juga dapat turut mendukungnya melalui tindakan-tindakan sederhana di tempat kerja dan di rumah. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang berarti," ujar Grace Tobing, Head of Sustainability EMTEK.

Sebagai tindak lanjut program ini, divisi-divisi yang berpartisipasi akan didorong untuk membentuk Pojok Keanekaragaman Hayati dan Pojok Hijau di kantor serta mengeksplorasi berbagai inisiatif lainnya, termasuk sesi berbagi pengetahuan mengenai alam, penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab, pengurangan sampah, dan komitmen pribadi terhadap lingkungan.

Melalui kolaborasinya dengan Jagat Satwa Nusantara, EMTEK berupaya mendekatkan isu keanekaragaman hayati kepada para karyawan—bukan hanya sebagai persoalan konservasi satwa liar, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama yang tercermin dalam setiap keputusan dan tindakan sehari-hari di tempat kerja.

Rekomendasi