Berau Genjot Digitalisasi Keuangan Melalui Laku Pandai untuk Inklusi Ekonomi

Berau gencar mempercepat Digitalisasi Keuangan via Laku Pandai, mendekatkan layanan perbankan dan transaksi non-tunai bagi masyarakat terpencil, mendorong tata kelola pemerintahan modern dan transparan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Berau Genjot Digitalisasi Keuangan Melalui Laku Pandai untuk Inklusi Ekonomi
Berau gencar mempercepat Digitalisasi Keuangan via Laku Pandai, mendekatkan layanan perbankan dan transaksi non-tunai bagi masyarakat terpencil, mendorong tata kelola pemerintahan modern dan transparan. (AntaraNews)

Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, secara proaktif mempercepat upaya Digitalisasi Keuangan Berau. Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yang lebih dikenal sebagai Laku Pandai. Program ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh oleh layanan keuangan perbankan formal.

Beberapa faktor utama mendorong penerapan Laku Pandai yang dikembangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Berau. Faktor-faktor tersebut meliputi jauhnya lokasi kantor cabang bank atau sulitnya akses, rendahnya tingkat literasi keuangan di beberapa wilayah, serta adanya proses administrasi yang memakan waktu lama dan berbiaya tinggi. Dengan demikian, Laku Pandai hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Tanjung Redeb, Berau, menegaskan bahwa kehadiran agen Laku Pandai diharapkan mampu mendekatkan layanan perbankan, memfasilitasi transaksi digital, hingga pembayaran pajak secara non-tunai kepada masyarakat. Hal ini terutama berlaku bagi warga di wilayah kampung maupun kawasan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Digitalisasi transaksi menjadi komponen krusial dalam mendukung program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Berau. Program ini tidak hanya mencakup digitalisasi keuangan, tetapi juga digitalisasi layanan di berbagai bidang pemerintahan. Melalui digitalisasi, tata kelola pemerintahan diharapkan akan menjadi semakin modern, transparan, efisien, akuntabel, dan mampu menyediakan layanan yang lebih cepat kepada masyarakat.

Dalam upaya percepatan Digitalisasi Keuangan Berau, awal pekan ini Bupati Sri Juniarsih Mas telah meluncurkan Laku Pandai Agen Bankaltimtara. Peluncuran ini menambah jumlah agen Laku Pandai yang beroperasi di Berau, melengkapi agen-agen yang sudah ada sebelumnya seperti BRI-Link dan layanan dari perbankan lainnya. Kehadiran agen-agen ini memastikan bahwa masyarakat di pelosok pun dapat menikmati kemudahan akses perbankan dasar.

Agen Laku Pandai memungkinkan masyarakat untuk melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari pembukaan rekening tabungan, tarik tunai, setor tunai, transfer dana, hingga pembayaran tagihan dan pembelian pulsa. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan akses yang lebih mudah dan terjangkau ke layanan finansial esensial, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Perkembangan transaksi digital di Berau menunjukkan tren yang sangat positif, seperti yang diungkapkan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Agus Taufik. Data menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam empat bulan pertama tahun 2026, yaitu dari Januari hingga April 2026.

Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Berau mencapai 686 ribu transaksi pada periode tersebut, menandai peningkatan sebesar 96 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini secara jelas menggambarkan adaptasi dan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap sistem pembayaran digital yang lebih cepat, aman, dan transparan.

Peningkatan transaksi QRIS ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga mendukung ekosistem Digitalisasi Keuangan Berau secara keseluruhan. QRIS menjadi tulang punggung bagi berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menerima pembayaran non-tunai, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan efisiensi transaksi.

Selain capaian di sektor transaksi digital, Kabupaten Berau juga berhasil mempertahankan status digital pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Dengan nilai 94,8 persen pada Semester II tahun 2025, capaian ini menempatkan Berau sebagai salah satu daerah yang konsisten dalam mendorong transformasi digital.

Agus Taufik menambahkan bahwa capaian ETPD ini menunjukkan konsistensi Kabupaten Berau dalam mendorong transformasi digital pada berbagai layanan publik, termasuk pada transaksi di pemerintahan. Hal ini berarti bahwa proses pembayaran dan penerimaan oleh pemerintah daerah semakin banyak dilakukan secara elektronik, mengurangi penggunaan uang tunai dan meningkatkan akuntabilitas.

Keberhasilan ini juga merefleksikan makin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital. Kepercayaan ini didasari oleh keuntungan yang ditawarkan, seperti kecepatan, keamanan, dan transparansi dalam setiap transaksi. Transformasi digital ini diharapkan akan terus berlanjut, membawa Berau menuju ekosistem keuangan dan pemerintahan yang lebih modern dan inklusif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi