Prabowo: Bangsa Indonesia Harus Berdiri Sendiri, Elemen Utamanya Swasembada Pangan
Menurut Prabowo, swasembada pangan tidak hanya beras, jagung, singkong dan yang lain-lain.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, tidak ada bangsa merdeka bila bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Retret di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1).
"Yang pertama Bangsa Indonesia harus mandiri, Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri, dan disitu elemen utamanya adalah swasembada pangan," kata Prabowo.
"Tidak ada bangsa yang merdeka bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya dan awalnya adalah swasembada beras karena beras adalah makanan pokok kita," sambungnya.
Swasembada Pangan
Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya beras, jagung, singkong dan yang lain-lain. Karena, swasembada pangan disebutnya adalah karbohidrat.
"Dan protein kita harus swasembada protein dan juga selain swasembada pangan dasar. Selanjutnya adalah swasembada energi, kalau kita tergantung dengan bangsa lain untuk energi kita tidak mungkin kita makmur, tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan," sebutnya.
Prabowo mengungkapkan, strategi itu dibenarkan oleh dinamika dunia. Ia pun membayangkan, jika tidak swasembada beras di tengah konflik dimana-mana.
"Di tengah perang dimana-mana, sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand dan Kamboja dan Vietnam. Sekarang Thailand sama Kamboja perang terus setelah perang negosiasi gencatan senjata damai, meletus lagi, meletus lagi," ungkapnya.
"Dalam keadaan seperti itu bayangkan aman kah kita tergantung import dari negara yang konflik? Salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan," sambungnya.
Singgung Masa Pandemi Covid-19
Ia pun kemudian menyinggung soal zaman Covid-19. Semua negara pengekspor makanan tutup, sehingga Indonesia tidak bisa import meski memiliki uang.
"Dan Import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri. Alhamdulillah target yang saya berikan kepada tim-tim pangan kita saya berikan target waktu awal pemerintahan yang saya pimpin adalah 4 tahun untuk swasembada pangan," paparnya.
"Alhamdulillah Desember 31 Tahun 2025 waktu 24.00 Wib bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025 Republik Indonesia Swasembada beras," pungkasnya.