Swasembada Pangan dan Energi Dinilai Penting, Cermin Pertahanan Negara
Presiden Prabowo menargetkan Indonesia harus bisa swasembada pangan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan, swasembada pangan adalah kunci keamanan dan kemerdekaan suatu negara. Sebab itu, selama ini dia berjuang lewat politik dengan fokus utama swasembada pangan dan tidak akan pernah tenang selama hal itu belum terwujud.
"Tidak ada bangsa yang merdeka kalau tidak bisa produksi pangannya sendiri, saya ulangi, tidak ada bangsa yang merdeka sesungguhnya kalau bangsa itu tidak bisa produksi makannya sendiri," kata Prabowo dalam momen Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6).
Bahkan, lanjut Prabowo, swasembada pangan tidak hanya dalam skala nasional, namun setiap provinsi harus dapat mewujudkan demi kemajuan daerahnya.
"Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri, ini kunci kemerdekaan kita. Karena kita negara yang tidak lazim, kita negara yang termasuk unik, tidak banyak negara seperti kita, yaitu negara kepulauan. Mungkin kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia ini," Prabowo menandaskan.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Muhammad Rizal Taufikurahman, menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada merupakan keniscayaan yang tidak bisa ditunda bagi bangsa Indonesia.
"Swasembada pangan dan energi ini mencerminkan dari pertahanan pangan sebuah negara, termasuk juga energi. Urgensinya sangat penting. Dengan potensi besar yang dimiliki, swasembada bukan hanya mungkin dicapai, tetapi menjadi keharusan," kata Rizal dalam dialog bersama salah satu stasiun Radio di Jakarta.
Menurutnya, makna swasembada tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga kemampuan mengekspor kelebihan produksi.
"Swasembada artinya kebutuhan pangan dan energi rakyat terpenuhi, bahkan hingga bisa diekspor. Dalam logika ekonomi, ini akan menggerek pertumbuhan ekonomi nasional," kata Rizal, Selasa (17/6).
Sektor pertanian dan energi selama ini telah memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Lebih dari itu, sektor ini juga terbukti menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Sektor pertanian pernah menyerap hingga 45 juta tenaga kerja. Ini menunjukkan betapa strategisnya sektor tersebut dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional," tambah Rizal.
Menurutnya, Prabowo memiliki perhatian serius terhadap nasib petani dan pembangunan pertanian nasional.
"Presiden Prabowo paham betul, beliau sangat concern dengan petani dan pertanian. Harapannya tentu agar seluruh masyarakat bisa mengakses pangan dengan layak dan merata," ungkapnya.
Rizal juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan sinergi lintas sektor.
"Keberhasilan program ini bergantung pada implementasi yang konsisten, pengawasan ketat, dan keberanian politik untuk menjalankannya. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi sangat memungkinkan jika dilakukan secara terintegrasi. Kita perlu dukungan dari semua elemen pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat," tegas Rizal.
Dengan komitmen politik yang kuat dan dukungan penuh dari semua pihak, swasembada pangan dan energi diyakini akan membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang sesungguhnya.