Presiden Prabowo Tegaskan Tanggung Jawab atas Ketahanan Pangan Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya bertanggung jawab penuh jika rakyat Indonesia kelaparan, menegaskan bahwa ketahanan pangan Prabowo adalah prioritas utama pemerintahannya.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Sabtu (16/5) menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh jika masyarakat Indonesia mengalami kelaparan. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peresmian 1.061 Unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, di mana Presiden Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan tugas inti dari mandat yang diamanahkan kepadanya sebagai kepala negara.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa dirinya memegang mandat kedaulatan rakyat sebagai seorang presiden. “Sebagai presiden, saya bertanggung jawab. Saya sudah disumpah dan saya akuntabel. Kalau bangsa ini kelaparan, saya yang bertanggung jawab,” ujar Prabowo, seperti dikutip dari siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Penegasan ini menggarisbawahi urgensi dan fokus pemerintahannya terhadap isu pangan, yang dianggap sebagai pilar fundamental kedaulatan bangsa. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan jaminan kepada masyarakat terkait ketersediaan dan aksesibilitas pangan di seluruh wilayah Indonesia.
Tanggung Jawab Penuh Kepala Negara
Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa tanggung jawab atas ketahanan pangan sepenuhnya berada di pundaknya sebagai pemimpin negara. Pernyataan ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan sebuah bentuk janji serius kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia menyadari sepenuhnya bahwa sumpah jabatan yang diucapkannya mengandung konsekuensi besar, terutama dalam menjamin kesejahteraan dasar rakyatnya.
Mandat kedaulatan rakyat yang diemban oleh Presiden Prabowo menuntutnya untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pangan yang cukup dan bergizi. Oleh karena itu, isu kelaparan menjadi perhatian utama yang harus dihindari dengan segala upaya. Komitmen ini menunjukkan dedikasi tinggi terhadap amanat konstitusi dan harapan masyarakat.
Presiden Prabowo menekankan bahwa stabilitas dan keamanan sebuah negara sangat bergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar penduduknya, termasuk pangan. Dengan mengambil tanggung jawab penuh, ia berupaya membangun kepercayaan publik dan memotivasi seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja keras mewujudkan kedaulatan pangan.
Target Swasembada dan Apresiasi untuk Mentan
Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, Presiden Prabowo telah memberikan instruksi khusus kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, beserta timnya. Target yang ditetapkan adalah mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun, meskipun Presiden berharap tujuan tersebut dapat dicapai lebih cepat. Ini menunjukkan ambisi besar pemerintah dalam sektor pertanian.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, setelah beberapa kali berdiskusi, Menteri Amran telah menunjukkan ide-ide yang kuat dan pemahaman mendalam mengenai isu-isu pertanian. “Saya belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. Saya mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya dan menemukan bahwa ia memiliki pemikiran yang jernih,” kata Prabowo.
Bahkan, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia sempat mengusulkan kepada mantan Presiden Joko Widodo agar Andi Amran Sulaiman kembali diangkat sebagai Menteri Pertanian. Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kapabilitas dan rekam jejak Menteri Amran dalam mengelola sektor pertanian nasional.
Menepis Stigma dan Mengukuhkan Kemandirian
Pada acara yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti pandangan internasional yang kerap meremehkan Indonesia, bahkan seringkali dianggap sebagai “negara lunak” atau soft state. Persepsi ini, menurutnya, masih memengaruhi sebagian pemimpin, pejabat, pakar, dan pelaku bisnis di Indonesia yang cenderung mengagungkan pencapaian asing dibandingkan kemampuan domestik.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sedang bergerak maju dan memiliki potensi besar untuk berdiri di atas kaki sendiri, terutama dalam hal pangan. “Kita sedang membuat kemajuan, namun kita masih diremehkan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa mencapai swasembada pangan bukanlah tugas yang mudah bagi negara dengan populasi sekitar 287 juta jiwa.
Oleh karena itu, upaya menuju kemandirian pangan bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga untuk menepis stigma negatif dan membuktikan kapasitas Indonesia di mata dunia. Dengan mencapai ketahanan pangan, Indonesia dapat mengukuhkan posisinya sebagai negara yang kuat dan berdaulat.
Sumber: AntaraNews