Wapres Gibran Tinjau Progres Pembangunan Tol Semarang-Demak, Target Beroperasi 2027
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi I, menekankan percepatan proyek strategis nasional ini untuk mengatasi rob dan banjir di Pantura.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (15/2). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan percepatan proyek strategis nasional yang memiliki fungsi ganda tersebut. Gibran menekankan pentingnya penyelesaian sesuai jadwal demi manfaat optimal bagi masyarakat.
Ruas tol yang membentang dari Kaligawe, Kota Semarang, hingga Sayung, Kabupaten Demak, ini dirancang tidak hanya sebagai infrastruktur konektivitas semata. Lebih dari itu, jalan tol ini juga berfungsi sebagai Giant Sea Wall atau tanggul laut yang terintegrasi langsung dengan Kolam Retensi Terboyo.
Integrasi ini menjadi komponen krusial dalam sistem pengendalian rob dan banjir yang kerap melanda kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa. Wilayah ini menghadapi tekanan lingkungan yang cukup serius dan memerlukan solusi infrastruktur yang komprehensif.
Pembangunan Tol Semarang-Demak: Solusi Terpadu Rob dan Banjir Pantura
Jalan Tol Semarang-Demak Seksi I memiliki peran vital dalam mitigasi bencana di wilayah pesisir Jawa Tengah. Desainnya yang unik menggabungkan fungsi jalan tol dengan tanggul laut raksasa, menjadikannya proyek infrastruktur yang inovatif.
Integrasi dengan Kolam Retensi Terboyo memperkuat kapasitas sistem dalam menampung dan mengelola volume air. Hal ini sangat penting untuk mengurangi dampak rob dan banjir yang sering merendam permukiman dan lahan pertanian di Pantura Jawa.
M. Iqbal Tamher, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan respons terhadap kondisi lingkungan yang mendesak. Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem pesisir.
Target Percepatan dan Komitmen Pemerintah
Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi penyelesaian berbagai proyek strategis nasional, Wapres Gibran menegaskan pentingnya pembangunan jalan tol ini sesuai timeline yang telah ditetapkan. Percepatan ini diharapkan agar proyek dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Iqbal Tamher menyampaikan harapan Wapres Gibran agar kecepatan pelaksanaan pekerjaan dapat dipertahankan. Tujuannya adalah agar jalan tol ini dapat terhubung dan beroperasi penuh pada pertengahan tahun 2027.
Penekanan pada target waktu ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang tidak hanya modern tetapi juga responsif terhadap kebutuhan mendesak. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan ketahanan wilayah.
Optimalisasi Kolam Retensi dan Penanganan Rob Prioritas
Selain mendorong percepatan konstruksi jalan dan Giant Sea Wall, Wapres Gibran juga memberikan perhatian khusus pada optimalisasi Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan. Ia meminta pemerintah provinsi dan kota memastikan kedua kolam tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir.
Gibran juga mengarahkan agar kolam retensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku bagi masyarakat, menambah nilai guna proyek ini. Hal ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang holistik dan berkelanjutan.
Iqbal Tamher menambahkan bahwa Gibran menitikberatkan pengendalian rob di Pantura, khususnya di Pekalongan, Demak, dan wilayah Pati. "Jadi memang konteks yang beliau kemari itu memang melihat bahwa memang kondisi Pantura ini perlu harus segera ditahan," pungkas Iqbal.
Peninjauan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan pembangunan yang terintegrasi antara konektivitas, perlindungan lingkungan, dan ketahanan pesisir. Tujuannya adalah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat Pantura dari ancaman rob dan banjir.
Sumber: AntaraNews