Wapres Gibran Minta Proyek Bendungan Jragung Dikawal untuk Ketahanan Pangan dan Energi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendesak pengawalan ketat penyelesaian proyek Bendungan Jragung di Semarang yang capai 89,3 persen, demi ketahanan pangan dan energi.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan lembaga terkait untuk mengawal penyelesaian proyek Bendungan Jragung. Permintaan ini disampaikan usai meninjau langsung progres pembangunan bendungan tersebut di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Peninjauan dilakukan pada Jumat, 8 November, di mana Gibran melihat bahwa progres pembangunan Bendungan Jragung telah mencapai 89,3 persen. Proyek vital ini diharapkan dapat rampung sepenuhnya pada tahun depan.
Gibran menegaskan pentingnya proyek ini bagi ketahanan pangan, pasokan energi, serta upaya reduksi banjir di wilayah sekitar. Pengawalan ketat diperlukan hingga proyek ini benar-benar berfungsi optimal.
Pengawalan Proyek dan Progres Pembangunan
Wapres Gibran secara spesifik meminta semua pihak terkait untuk terus memantau proyek. "Hari ini kita di Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang progresnya sudah 89 persen. Tahun depan udah jadi. Ini saya mohon agar tetap dikawal dari kementerian terkait, dari balai terkait, dari kepala daerah, karena ini sangat penting sekali untuk ketahanan pangan, energi dan reduksi banjir," kata Gibran melalui rekaman suara.
Gibran juga menyoroti pentingnya proyek ini dalam meminimalkan dampak banjir, khususnya di wilayah Semarang. Perhatian terhadap penanganan banjir ini terlihat dari kunjungan sebelumnya ke kolam retensi Terboyo.
Pekan sebelumnya, Gibran telah meninjau progres pembangunan kolam retensi Terboyo di Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang. Kolam retensi ini merupakan bagian dari proyek Giant Sea Wall yang bertujuan mengatasi banjir rob.
Progres kolam retensi dinilai cukup baik, meskipun pengaktifan mesin pompa masih memerlukan perhatian. Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS PJ), Sudarto, memperkirakan pembangunan Bendungan Jragung akan rampung pada November 2026.
Manfaat Strategis Bendungan Jragung
Proyek Bendungan Jragung menelan anggaran sebesar Rp3,09 triliun, menunjukkan skala investasi yang besar. Bendungan ini dirancang untuk menampung sekitar 90 juta meter kubik air.
Menurut Sudarto, manfaat utama bendungan ini adalah mendukung ketahanan pangan nasional. Bendungan Jragung akan mampu mengairi irigasi seluas 4.500 hektare, serta menambah luas tanam kurang lebih 475 hektare.
Selain itu, Bendungan Jragung juga berperan vital dalam ketahanan air di wilayah sekitarnya. Bendungan ini akan menyediakan pasokan air baku untuk tiga kota/kabupaten penting, yaitu Semarang, Demak, dan Grobogan.
Dengan kapasitas sebesar 52 hektare, Bendungan Jragung tidak hanya mendukung sektor pertanian dan pasokan air. Kehadirannya juga diharapkan dapat berkontribusi pada penyediaan energi dan secara signifikan mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Sumber: AntaraNews