Wapres Gibran Minta Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo di Nias Selatan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendesak percepatan pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo di Nias Selatan demi keselamatan warga dan akses vital. Mengapa jembatan ini begitu mendesak?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wapres Gibran Minta Percepatan Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Gomo di Nias Selatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendesak percepatan pembangunan Jembatan Gomo di Nias Selatan, Sumatera Utara, untuk menjamin keselamatan serta akses pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat. (AntaraNews)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendesak agar rencana pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo segera ditindaklanjuti. Permintaan ini disampaikannya saat meninjau langsung lokasi di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Minggu (21/12).

Gibran menekankan pentingnya realisasi proyek ini untuk menjamin keselamatan warga setempat. Selain itu, pembangunan jembatan juga krusial guna menjaga akses pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Kondisi Sungai Gomo yang kerap menghambat mobilitas warga, terutama saat debit air meningkat, menjadi alasan utama urgensi ini. Akses yang terbatas berisiko mengganggu aktivitas harian masyarakat di Nias Selatan.

Urgensi Pembangunan Jembatan Gantung untuk Akses Vital

Permintaan percepatan pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo oleh Wapres Gibran bukan tanpa alasan kuat. Jembatan ini dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat kondisi sungai yang sering meluap dan menghambat mobilitas warga. Hal ini secara langsung berdampak pada keselamatan serta kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat.

Sekitar 60 persen siswa SMKN 1 Boronadu diketahui berada di seberang Sungai Gomo. Perjalanan mereka menuju sekolah sangat bergantung pada kondisi sungai, yang berarti pendidikan mereka terancam terganggu saat air pasang. Situasi ini menunjukkan betapa vitalnya jembatan tersebut bagi keberlangsungan pendidikan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Gibran mengungkapkan bahwa ketika Sungai Gomo meluap, sedikitnya empat desa berpotensi terisolasi dari akses utama. Isolasi ini tidak hanya menghambat pendidikan, tetapi juga memutus akses ekonomi dan layanan dasar, sehingga pembangunan jembatan menjadi solusi krusial untuk konektivitas.

Oleh karena itu, penanganan pembangunan jembatan ini perlu dilakukan secara terpadu. Tujuannya adalah memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, serta menunjukkan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.

Kunjungan Kerja Wapres Gibran untuk Percepatan Infrastruktur

Kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran ke Sumatera Utara pada Minggu (21/12) memiliki fokus utama pada percepatan pembangunan infrastruktur. Selain meninjau rencana pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo, Wapres juga memastikan pemerataan layanan dasar dan penanganan wilayah terdampak bencana. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Mengawali kunjungannya, Gibran mengunjungi SMKN 1 Boronadu di Desa Sifalago Gomo, Kabupaten Nias Selatan. Peninjauan ini bertujuan untuk melihat langsung kebutuhan peningkatan konektivitas dan akses masyarakat melalui proyek jembatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap daerah memiliki infrastruktur yang memadai.

Setelah itu, agenda Wapres berlanjut dengan meninjau pemasangan sambungan listrik baru bagi warga Desa Hilisebua, Kabupaten Nias. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pemerataan akses energi, memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati listrik sebagai kebutuhan dasar. Hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan elektrifikasi nasional.

Di kepulauan Nias, Gibran juga meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Gunungsitoli milik PLN. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik, terutama menjelang perayaan Natal. Selain itu, Wapres menyambangi Gereja BNKP Petrus Ombulata di Kota Gunungsitoli guna meninjau kesiapan perayaan Natal dan memastikan umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Penanganan Terpadu Demi Manfaat Maksimal

Wapres Gibran menekankan pentingnya penanganan pembangunan jembatan gantung Sungai Gomo secara terpadu. Pendekatan ini harus mempertimbangkan kondisi geografis wilayah serta aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama. Dengan demikian, jembatan yang dibangun tidak hanya fungsional tetapi juga aman dan berkelanjutan.

Koordinasi antarlembaga dan perencanaan yang matang diperlukan untuk memastikan proyek ini berjalan lancar. Tujuannya adalah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Nias Selatan. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu membuka isolasi dan meningkatkan kualitas hidup warga.

Melalui pembangunan infrastruktur yang responsif terhadap kebutuhan lokal, pemerintah berupaya menunjukkan kehadirannya. Gibran menegaskan bahwa kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi