Proyek UIN Malang Tahap II Senilai Rp674 Miliar Rampung, Beri Efek Ganda untuk Masyarakat
esain arsitektural tersebut tidak hanya menjadi simbol keunikan kampus, tetapi juga merepresentasikan nilai kasih sayang.
Perusahaan konstruksi dan investasi nasional, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) merampungkan Proyek Pembangunan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Proyek yang dilaksanakan untuk Kementerian Agama Republik Indonesia ini didukung pendanaan dari Saudi Fund for Development (SFD) dan menerapkan standar tata kelola, pengendalian mutu, serta sistem pelaporan proyek yang ketat sesuai praktik internasional.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp674,66 miliar yang mencakup pekerjaan gedung dan infrastruktur. Desain arsitektural tersebut tidak hanya menjadi simbol keunikan kampus, tetapi juga merepresentasikan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan spiritualitas yang menjadi fondasi pendidikan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan, pengembangan Tahap II merupakan bagian dari pembangunan kawasan kampus terpadu yang mencakup fasilitas akademik, hunian mahasiswa, serta infrastruktur pendukung dalam satu ekosistem terintegrasi.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kedokteran, asrama mahasiswa, pusat kegiatan keislaman, jaringan jalan utama kawasan, sistem pencahayaan, dinding penahan tanah, hingga penerapan panel surya sebagai bagian dari dukungan terhadap efisiensi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Penyelesaian proyek ini turut ditandai dengan diraihnya Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia dengan desain bangunan berlafaz 'Ar-Rahim'.
"Lebih dari sekadar pembangunan fisik, proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas pendidikan yang modern dan representatif akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, memperluas akses pendidikan tinggi, serta mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di wilayah Jawa Timur dan Indonesia secara umum," katanya di Jakarta, Kamis (12/2).
Efek Berganda dari Pembangunan
Aktivitas pembangunan dan operasional kawasan juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekosistem usaha di sekitar kampus.
Djoko menyampaikan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas sekaligus memberikan nilai tambah sosial.
"Pengembangan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahap II menunjukkan bagaimana PTPP mampu mengelola proyek kawasan dengan kompleksitas tinggi dan standar tata kelola internasional. Perolehan Rekor MURI sebagai perguruan tinggi pertama dengan desain bangunan berlafaz ‘Ar-Rahim’ menjadi simbol bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan fungsi fisik, tetapi juga membawa makna dan nilai bagi masyarakat," ujar Joko.
Sejalan dengan Agenda Pembangunan Nasional
Ia menambahkan bahwa proyek ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan sebagaimana tercermin dalam arah kebijakan pemerintah dan Asta Cita.
Sebagai perusahaan konstruksi terintegrasi, PTPP terus memperkuat kapabilitas operasional melalui penerapan teknologi konstruksi, sistem Enterprise Resource Planning (ERP), serta Building Information Modeling (BIM).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan proyek, menjaga kualitas hasil pekerjaan, serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan usaha di tengah dinamika industri konstruksi nasional.