Seorang pria bernama Yudi Kurniawan menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan tetangganya sendiri di Dusun Cisarua, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sekitar 20 luka bacok di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (26/6) sekitar pukul 16.30 WIB. Polisi menduga pelaku berinisial SA, yang diketahui bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung.
Kapolsek Natar AKP Setyo Budi Howo membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan berat yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
"Benar, kami menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Natar. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan," kata Setyo.
Advertisement
Kasus tersebut pertama kali diketahui setelah kakak korban, Dedi Kurniawan, menerima kabar dari keponakannya bahwa adiknya menjadi korban pembacokan. Tak lama berselang, istri korban juga menghubunginya dan memberitahukan bahwa Yudi telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung.
Sesampainya di rumah sakit, keluarga mendapati korban mengalami luka bacok di berbagai bagian tubuh, mulai dari kaki, paha, tangan hingga leher.
"Saat tiba di rumah sakit kakak korban melihat banyaknya luka bacok pada tubuh korban. Ada sekitar 20 luka bacok di kedua kaki, paha, tangan, hingga leher," jelas Setyo.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Natar Ipda Adek Suci Pebrianto mengatakan pelaku belum berhasil diamankan karena diduga langsung melarikan diri usai kejadian.
"Sementara pelaku masih melarikan diri. Pelaku tugas sebagai tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung," katanya.
Advertisement
Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun penyidik, dugaan pemicu penganiayaan berkaitan dengan persoalan instalasi listrik di rumah pelaku. Keluarga korban menyebut pelaku menaruh kecurigaan kepada korban terkait gangguan listrik yang kerap terjadi.
"Menurut warga sekitar pelaku agak tempramen. Dari keterangan kakak kandung sama keluarganya perihal listrik rumah pelaku suka konslet mba, jadi si pelaku nuduh si korban yang ngerusakin," ungkapnya.
Polisi menegaskan dugaan motif tersebut masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti. Aparat juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi secara utuh.
"Anggota sudah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa," katanya.
Saat ini, kepolisian masih memburu keberadaan pelaku sekaligus melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara menyeluruh latar belakang peristiwa tersebut.