Fakta Unik: Pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi Capai 64 Persen, Siap Irigasi 7.000 Hektare Sawah!

Progres pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi di Kali Cikarang Bekasi Laut telah mencapai 64 persen, siap mengairi ribuan hektare sawah dan cegah banjir. Simak detailnya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi Capai 64 Persen, Siap Irigasi 7.000 Hektare Sawah!
Progres pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi di Kali Cikarang Bekasi Laut telah mencapai 64 persen, siap mengairi ribuan hektare sawah dan cegah banjir. Simak detailnya! (AntaraNews)

Pembangunan Bendung Sungai Hulu-0 (BSH-0) di Kali Cikarang Bekasi Laut, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menunjukkan progres signifikan. Per 15 Oktober, proyek vital ini dilaporkan telah mencapai 64 persen dari target penyelesaian keseluruhan. Inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Bendungan ini dirancang dengan sembilan pintu air dan diklaim mampu mengairi hingga 7.000 hektare lahan persawahan. Area irigasi mencakup wilayah utara Kabupaten Bekasi, dari Cikarang hingga Muaragembong. Selain itu, BSH-0 juga memiliki fungsi penting dalam upaya pencegahan banjir di wilayah tengah kabupaten.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, memastikan target penyelesaian. Proyek ini ditargetkan rampung 100 persen pada pertengahan Desember mendatang. Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi juga memberikan pendampingan hukum untuk memastikan kelancaran proyek strategis ini.

Bendung Sungai Hulu Bekasi, atau BSH-0, memiliki peran krusial dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Bekasi. Fasilitas ini dirancang untuk mengalirkan air ke ribuan hektare sawah. Dengan kapasitas irigasi yang besar, bendungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian lokal.

Agung Mulya menjelaskan bahwa kapasitas bendungan ini mencapai ribuan kubik air. "Bicara kapasitas itu ribuan kubik. Karena di sini titik BSH-0, fungsi utamanya mengairi areal pertanian," ujarnya. Area yang terairi membentang dari Cikarang sampai Muaragembong, mencakup 7.000 hektare lahan.

Selain fungsi irigasi, BSH-0 juga berperan vital dalam mitigasi bencana banjir. Bendungan ini diklaim mampu mencegah genangan air di wilayah tengah Kabupaten Bekasi. Pembangunan ini menjadi solusi komprehensif bagi tantangan pertanian dan kebencanaan di daerah tersebut.

Progres pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi telah mencapai 64 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pekerjaan fisik saat ini meliputi badan bendung serta standing wall di sisi utara dan selatan. Meskipun demikian, proyek ini sempat menghadapi kendala pasokan material.

Agung Mulya mengakui adanya sedikit deviasi dari jadwal awal. Namun, ia optimis bahwa keterlambatan tersebut dapat dikejar. "Memang ada deviasi sedikit tapi bisa kita kejar dengan progres yang ada sekarang," kata Agung. Target rampung 100 persen tetap pada pertengahan Desember.

Bendungan ini merupakan yang ketiga di Kabupaten Bekasi, namun menjadi yang pertama dibangun oleh pemerintah daerah sendiri. Dua bendungan sebelumnya berlokasi di Kalimalang. Setelah rampung, BSH-0 akan diserahkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk operasional dan pemeliharaan.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi turut mengawal pembangunan Bendung Sungai Hulu Bekasi. Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Eddy Sumarman, menyatakan pihaknya memberikan pendampingan hukum. Peran ini penting untuk memastikan proyek strategis daerah berjalan sesuai ketentuan.

Eddy Sumarman telah meninjau langsung lokasi proyek BSH-0 di Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung. Dari hasil peninjauan, ia mengapresiasi progres pembangunan yang telah berjalan. "Perjalanan sampai saat ini sudah cukup baik, walaupun ada deviasi minus, tapi cukup signifikan, sangat kecil dan itu masih layak untuk kita bilang dapat berjalan sesuai on the track," kata Eddy.

Pendampingan hukum ini bertujuan untuk meminimalisir risiko penyimpangan dan memastikan akuntabilitas. Dengan pengawasan ketat, diharapkan Bendung Sungai Hulu Bekasi dapat berfungsi optimal. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Bekasi, khususnya di sektor pertanian dan penanggulangan bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi