BI Sulteng Siapkan Rp2,86 Triliun untuk Layanan Penukaran Uang Ramadhan 2026

Bank Indonesia Sulawesi Tengah (BI Sulteng) telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya guna memastikan ketersediaan uang kartal yang lay

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI Sulteng Siapkan Rp2,86 Triliun untuk Layanan Penukaran Uang Ramadhan 2026
Bank Indonesia Sulawesi Tengah (BI Sulteng) telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,86 triliun untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya guna memastikan ketersediaan uang kartal yang lay (AntaraNews)

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menyiapkan dana sebesar Rp2,86 triliun untuk melayani kebutuhan penukaran uang Rupiah selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Alokasi ini merupakan bagian dari Program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Program ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki akses mudah terhadap uang kartal yang cukup dan layak edar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tengah, Irfan Sukarna, menjelaskan bahwa layanan penukaran uang ini adalah upaya BI untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah yang memadai. Ketersediaan uang pecahan yang sesuai, tepat waktu, dan berkualitas layak edar sangat penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Penyediaan uang kartal pada Ramadhan 1447 H ini mengalami peningkatan sebesar 39 persen dibandingkan Ramadhan 1446 H, yang saat itu sebesar Rp2,24 triliun. Peningkatan ini mencerminkan antisipasi BI terhadap lonjakan permintaan uang tunai di tengah berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.

Nominal uang kartal yang disediakan untuk penukaran uang Ramadhan tahun ini mencapai Rp2,86 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp2,24 triliun. Peningkatan alokasi ini bukan tanpa alasan, melainkan telah mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi yang krusial.

Salah satu faktor utama adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, serta sektor swasta. Selain itu, tradisi berbagi di kalangan warga Sulteng, yang dikenal dengan istilah 'hagala', juga turut mendorong peningkatan kebutuhan uang tunai.

Tidak hanya itu, kepentingan penyaluran bantuan sosial dan meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan dan Idul Fitri juga menjadi pertimbangan penting. Potensi penambahan masa libur oleh pemerintah semakin memperkuat proyeksi peningkatan permintaan uang tunai dari masyarakat.

Guna meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah kepada masyarakat, KPwBI Sulteng menempuh sejumlah langkah strategis. Ini termasuk peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Pelabuhan Kabupaten Donggala.

Selain itu, BI Sulteng juga memperkuat sinergi dengan perbankan melalui mekanisme pembukaan layanan penukaran uang Rupiah di 26 titik. Titik-titik ini tersebar luas di berbagai wilayah, mulai dari Kota Palu, Poso, Bungku Kabupaten Morowali, Luwuk Kabupaten Banggai, hingga Pasangkayu yang berada di wilayah perbatasan Sulteng dengan Sulawesi Barat.

Irfan Sukarna menambahkan bahwa pihaknya melibatkan sekitar 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk memastikan penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata, dan transparan, BI juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR (https://pitar.bi.go.id).

Masyarakat Sulawesi Tengah diimbau untuk memanfaatkan layanan penukaran uang ini yang telah dibuka sejak 18 Februari hingga 13 Maret 2026. Dengan berbagai upaya ini, BI Sulteng berharap dapat melayani kebutuhan uang tunai masyarakat secara optimal selama momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi