BYD Bawa Cip Terbaru Buat Mobil Listrik Otonom
BYD meluncurkan cip mengemudi otonom 4 nm Xuanji A3 yang diklaim pertama di China. Teknologi ini disiapkan untuk kendaraan listrik generasi baru.
Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memperkenalkan cip mengemudi otonom terbaru bernama Xuanji A3 berukuran 4 nanometer (nm). Teknologi tersebut diklaim menjadi cip otonom pertama di China yang dikembangkan secara mandiri dan telah memasuki tahap produksi massal.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) BYD, Wang Chuanfu, di kantor pusat perusahaan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Kamis (28/5/2026).
"Di sini saya akan berbagi kabar baik yang sangat menggembirakan, hari ini, cip otomotif BYD yang ke-567 yaitu cip mengemudi otonom berdaya komputasi tinggi hadir! Inilah Xuanji A3 berukuran 4 nanometer yang sepenuhnya dikembangkan sendiri oleh BYD," kata Wang.
Menurut Wang, Xuanji A3 menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan produk sejenis. Cip tersebut disebut mengonsumsi daya sekitar 20 persen lebih hemat dibandingkan semikonduktor otomotif lain di kelasnya.
"Sebagai cip otonom 4 nm pertama di China yang dikembangkan sendiri, ini mewakili level tertinggi chip otonom China," ujarnya.
Produksi Massal dan Integrasi Kendaraan Pintar
BYD menyatakan Xuanji A3 telah diproduksi dalam skala besar dan akan menjadi bagian dari platform komputasi baru perusahaan.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan tiga sistem utama kendaraan listrik yang sebelumnya berjalan terpisah, yakni kokpit cerdas, fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut, dan sistem penggerak listrik.
Wang mengungkapkan hingga kini BYD telah mengembangkan lebih dari 2.000 produk cip yang digunakan pada berbagai sektor, mulai dari kendaraan pintar, baterai konsumen, perangkat rumah tangga, hingga panel surya.
Peluncuran Xuanji A3 juga menempatkan BYD di depan sejumlah perusahaan teknologi China dalam pengembangan semikonduktor otomotif. Saat ini, Huawei masih memproduksi cip berukuran 7 nm dan menargetkan cip 1,4 nm pada 2031.
Semakin kecil ukuran transistor dalam sebuah cip, semakin banyak komponen yang dapat ditanamkan sehingga kemampuan pemrosesan data menjadi lebih tinggi.
Fitur Otonom dan LiDAR Akan Diperluas
Selain memperkenalkan cip baru, BYD mengumumkan rencana memperluas teknologi bantuan mengemudi ke seluruh lini kendaraan listriknya di China.
Perusahaan juga akan menghadirkan sensor Light Detection and Ranging (LiDAR) pada model yang lebih terjangkau. Teknologi yang digunakan untuk memetakan lingkungan sekitar secara tiga dimensi itu sebelumnya hanya tersedia pada kendaraan premium.
Sistem bantuan mengemudi milik BYD yang dikenal dengan nama "God's Eye" juga akan mendapatkan pembaruan perangkat lunak berbasis model tanpa peta digital melalui mekanisme Over-the-Air (OTA).
"Kami punya kabar baik, hari ini, kami telah mencapai terobosan, ke depan akan ditingkatkan ke model 'end-to-end' tanpa peta. Kami rencanakan pada bulan September tahun ini akan melakukan push melalui OTA. Jika berhasil, diperkirakan mulai Desember tahun ini akan didorong bertahap ke semua pengguna," kata Wang.
Ia menambahkan kendaraan seperti Seagull dan Dolphin nantinya juga dapat menikmati fitur berkendara cerdas yang selama ini identik dengan mobil kelas premium.
"Paket fitur tambahan kami adalah yang paling murah di industri ini, karena kami menawarkannya hanya seharga biaya produksinya saja," ujar Wang.