Update Terbaru Pabrik BYD Subang: Uji Produksi hingga Target Operasi
BYD Motor Indonesia kembali mengumumkan berita terbaru mengenai kemajuan pembangunan pabriknya yang terletak di Subang, Jawa Barat.
BYD Motor Indonesia baru saja memberikan pembaruan mengenai perkembangan pabriknya yang terletak di Subang, Jawa Barat. Perusahaan asal Tiongkok ini menegaskan bahwa proses pembangunan fasilitas perakitan lokalnya berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Menurut Luther Panjaitan, selaku Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, saat ini pabrik BYD telah memasuki tahap finalisasi. Dengan pencapaian ini, produksi massal diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.
"Di tahap ini, kami ingin memastikan bahwa produk yang kami produksi di fasilitas ini, sesuai dengan standar BYD, dan memenuhi kriteria, baik dari sisi policy maupun produksi," jelas Luther dalam sebuah kesempatan di PIK, Tangerang, baru-baru ini.
Luther menambahkan bahwa fasilitas produksi BYD sudah hampir siap untuk memulai proses produksi massal. "Sesegera mungkin (proses produksi), bila fasilitas ini telah ready, kami akan sampaikan pertama kali kepada media," tegasnya. Di sisi lain, menjelang kuartal pertama tahun 2026, BYD juga telah memulai serangkaian pengujian menyeluruh terhadap fasilitas produksinya.
Pengujian ini mencakup jalur produksi, jig, serta berbagai peralatan manufaktur lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh sistem produksi berfungsi secara optimal sebelum digunakan dalam proses perakitan kendaraan listrik yang direncanakan.
Memenuhi Kebutuhan Pasar Domestik dan Ekspor
Pabrik BYD yang berlokasi di Subang dipilih karena letaknya yang strategis, dekat dengan Pelabuhan Patimban dan berada dalam koridor industri otomotif yang terhubung dengan Karawang serta Cikarang. Dengan luas mencapai 100 hektar, pabrik ini akan berfungsi sebagai pusat produksi kendaraan listrik (EV) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan juga untuk ekspor ke Asia Tenggara.
BYD menunjukkan keseriusannya dalam memasuki pasar Indonesia dengan menginvestasikan sekitar Rp 11,7 triliun untuk proyek pabrik ini. Pada tahap awal, pabrik ini ditargetkan dapat memproduksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Progres pembangunan yang terus berjalan dan rencana untuk mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun depan menjadikan pabrik ini sebagai langkah penting bagi BYD dalam memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik di Tanah Air.