BYD Luncurkan Merek Baru Khusus Taksi Online
BYD memperkenalkan sub-merek baru bernama Linghui yang ditujukan untuk pasar kendaraan komersial, khususnya taksi online.
BYD secara resmi meluncurkan sub-merek terbarunya yang diberi nama Linghui, yang ditujukan khusus untuk sektor ride-hailing, taksi, dan armada operasional perusahaan di Tiongkok.
Dalam siaran pers yang dipublikasikan oleh BYD melalui akun media sosial Weibo, seperti yang dikutip dari Carnewschina, peluncuran merek baru ini mencerminkan ambisi BYD untuk memperluas cakupan bisnisnya, sekaligus memisahkan produk untuk penggunaan komersial dari yang ditujukan untuk konsumen retail.
Merek Linghui menjadi merek kelima yang dimiliki BYD di pasar Tiongkok, setelah BYD, Denza, Fang Cheng Bao, dan Yangwang. Model-model awal yang akan diluncurkan di bawah merek Linghui mencakup empat kendaraan dengan berbagai konfigurasi. Tiga dari model tersebut adalah sedan listrik Linghui e5, e7, dan e9, serta satu model plug-in hybrid (PHEV) berkapasitas tujuh kursi, yaitu Linghui M9.
Semua kendaraan dari merek Linghui ini dibangun berdasarkan platform dan desain dari model-model BYD yang telah ada, tetapi dengan identitas merek baru serta logo yang berbeda. Setiap model dirancang dengan spesifikasi yang menunjukkan fokus pada efisiensi dan fleksibilitas untuk penggunaan komersial.
Sebagai contoh, Linghui e5 hadir sebagai sedan listrik yang berbasis pada BYD Qin Plus EV dengan motor listrik yang memiliki daya 100 kW (134 hp).
Di sisi lain, untuk versi yang lebih besar seperti e9, tersedia pilihan motor listrik dengan daya mencapai 150 kW (201 hp), sementara M9, yang merupakan satu-satunya PHEV dalam jajaran ini, menggabungkan mesin bensin 1.5 liter dengan motor listrik yang memiliki total kapasitas 200 kW (268 hp).
BYD Bangun Pabrik Baterai di Vietnam
BYD telah secara resmi memulai proyek pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Vietnam, bekerja sama dengan perusahaan lokal Kim Long Motor. Upacara peletakan batu pertama untuk proyek ini dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di kompleks industri otomotif Kim Long Motor yang terletak di Hue, wilayah tengah Vietnam.
Menurut informasi yang disampaikan oleh cnEVpost, total investasi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai US$ 130 juta, yang setara dengan Rp 2,20 triliun.
Pabrik baterai ini direncanakan akan dibangun dalam dua tahap utama. Tahap pertama akan mencakup area seluas 4,4 hektar dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 3 GWh, yang difokuskan untuk memproduksi baterai kendaraan komersial seperti truk, bus, van, dan minibus.
Sementara itu, tahap kedua akan memperluas area pabrik menjadi 10 hektar dan menggandakan kapasitas produksi menjadi 6 GWh per tahun, serta akan mencakup produksi baterai untuk mobil penumpang.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh perusahaan, proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kim Long Motor dalam rantai pasok kendaraan listrik. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk mendorong transfer teknologi baterai canggih ke industri otomotif di Vietnam. BYD berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan transfer teknologi guna mendukung pembangunan serta operasional pabrik, sehingga kemampuan produksi baterai dapat dikuasai secara lokal.