Wagub Kaltim Ajak Masyarakat Jaga Kedaulatan Rupiah Lewat Perlakuan yang Benar
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencintai, bangga, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus mendukung upaya Bank Indonesia menjaga kualitas mata uang nasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyerukan kepada masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta, bangga, dan pemahaman terhadap Rupiah. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye Bank Indonesia dalam menjaga kualitas serta keaslian mata uang nasional, menegaskan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Menurut Seno Aji, merawat Rupiah bukan sekadar tindakan fisik, melainkan cerminan nyata dari rasa cinta dan penghargaan terhadap simbol negara. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan prinsip 5J dalam memperlakukan uang tunai agar kualitasnya tetap terjaga.
Pernyataan ini disampaikan Wagub Seno Aji saat membuka acara Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 di Kantor Bank Indonesia Kalimantan Timur. Kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengenali keaslian Rupiah diharapkan dapat mempertahankan kualitas uang yang beredar serta memperkuat kepercayaan terhadap mata uang nasional.
Pentingnya Merawat Rupiah dengan Prinsip 5J
Seno Aji menjelaskan bahwa penerapan prinsip 5J sangat krusial untuk menjaga kondisi fisik uang Rupiah. Prinsip pertama adalah 'Jangan Dilipat', agar serat uang tidak rusak dan tidak mudah robek, sehingga masa pakainya lebih lama.
Selanjutnya, masyarakat juga diingatkan untuk 'Jangan Dicoret', supaya identifikasi keaslian tetap mudah dan desain uang tidak rusak. Kemudian, 'Jangan Distapler' menjadi penting untuk menghindari lubang yang merusak fisik uang dan mengurangi nilainya.
Dua prinsip terakhir adalah 'Jangan Diremas' agar uang tetap rapi dan tidak berkerut, serta 'Jangan Dibasahi'. Cairan dapat membuat warna luntur dan uang cepat hancur, yang pada akhirnya akan mempercepat kerusakan uang dan mengurangi kualitasnya di peredaran.
Mengenali Keaslian Rupiah dan Proyeksi Kebutuhan Uang di Kaltim
Selain prinsip 5J, masyarakat juga diingatkan untuk memahami metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) guna menghindari peredaran uang palsu. Melalui cara ini, ciri-ciri keaslian Rupiah dapat dikenali dengan lebih mudah dan akurat, memberikan perlindungan bagi masyarakat dari uang tidak sah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan, menambahkan bahwa kebutuhan uang kartal diprediksi meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. KPwBI Kaltim memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun, naik sekitar 19,13 persen secara tahunan dibandingkan realisasi SERAMBI 2025.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, layanan penukaran uang akan dilakukan bersama seluruh perbankan di tujuh kabupaten/kota wilayah kerja KPwBI Kaltim. Sementara itu, tiga wilayah lainnya akan dilayani oleh Kantor BI Balikpapan dan dapat diakses melalui situs PINTAR mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026. BI juga membuka layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda serta di 35 kantor bank di kota tersebut, ditambah layanan antar perbankan.
Sumber: AntaraNews