BPK Banten Optimis Wujudkan Tata Kelola Banten Lama Terpadu Melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten berupaya mewujudkan tata kelola Banten Lama terpadu melalui sinergi pemangku kepentingan, menjanjikan harmonisasi dan kesejahteraan di kawasan bersejarah.
Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Banten menunjukkan optimisme tinggi terhadap penataan Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Banten Lama. Penataan ini diharapkan semakin baik dan terintegrasi berkat penguatan sinergi positif antar-seluruh pemangku kepentingan terkait. Upaya ini merupakan langkah strategis untuk melestarikan serta memajukan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Kepala BPK Banten, Swedhi Hananta, di Serang, mendorong semangat kebersamaan melalui pembentukan badan otoritas atau kelompok kerja (pokja) terpadu. Inisiatif ini disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk "Reaktualisasi Pemikiran Halwany Michrob dalam Revitalisasi Banten Lama". Acara tersebut berlangsung dengan nuansa optimisme di Ruang Audiovisual Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kota Serang.
Menurut Swedhi, peta jalan tata kelola Banten Lama yang bernaung di bawah satu pintu akan bermuara pada harmonisasi dan kesejahteraan seluruh elemen di kawasan bersejarah tersebut. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pedagang hingga civitas akademika, untuk mencapai tujuan bersama.
Sinergi Lintas Sektor Dorong Tata Kelola Banten Lama Terpadu
Kolaborasi untuk mewujudkan tata kelola Banten Lama terpadu menjadi fokus utama BPK Banten. Swedhi Hananta menegaskan pentingnya persatuan semua pihak untuk membangun Banten. Kepentingan para pedagang, sektor pariwisata, fasilitas parkir, pihak kesultanan, hingga civitas akademika akan diharmonikan dalam tata kelola yang apik dan terstruktur. Hal ini bertujuan menciptakan ekosistem yang saling mendukung di kawasan cagar budaya tersebut.
Seminar yang menjadi tonggak baru masa depan Banten Lama ini terselenggara berkat kolaborasi Perpustakaan Halwany. Acara tersebut didukung penuh oleh program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan BPK Banten. Ketua Panitia Penyelenggara, Dhepi Naufal Halwany, menyambut baik dukungan ini untuk mewujudkan visi living heritage. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai luhur sejarah, budaya, dan keagamaan yang menjadi identitas kebanggaan masyarakat Banten, melengkapi keindahan modernisasi visual yang sudah ada.
Semangat luhur ini mendapat apresiasi dan dukungan hangat dari Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan, Agus Widiatmoko. Ia menyebut langkah BPK Banten dan elemen masyarakat ini sejalan dengan visi nasional kementerian. Kementerian Kebudayaan sendiri telah aktif dalam upaya pelestarian warisan budaya di seluruh Indonesia.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Pelestarian Budaya
Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan memberikan dukungan penuh terhadap upaya revitalisasi Banten Lama. Agus Widiatmoko menyatakan bahwa Kementerian Kebudayaan sedang mereaktivasi seluruh keraton di Indonesia, termasuk di Banten Lama. Inisiatif ini bisa menjadi inspirasi berharga tentang bagaimana masyarakat Banten bersinergi mereaktivasi kebesaran Banten Lama.
Sinergi membangun peta jalan masa depan melalui fasilitasi BPK Banten berhasil mempertemukan berbagai gagasan cemerlang. Forum ini bertujuan menyusun peta jalan pelestarian yang komprehensif. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk merawat sejarah dengan penuh kebanggaan dan heroisme. Masukan konstruktif juga hadir dari Arkeolog Adieyatna Fajri demi menjaga keaslian identitas estetika situs sejarah.
Sebagai bentuk komitmen nyata dari pemerintah daerah, Kabid Cipta Karya DPUPR Banten, Yan Ardiansyah Achmad, turut memaparkan rencana strategis. Rencana ini mencakup delineasi kawasan yang lebih tertata seluas 926,94 hektare. Upaya normalisasi Kanal Banten juga akan dilakukan untuk memperindah kawasan. Dukungan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan mengembangkan Banten Lama.
Masa Depan Kejayaan Peradaban Islam Nusantara di Banten
Dengan hadirnya fasilitasi dan pendampingan berkelanjutan dari BPK Banten, langkah revitalisasi ini diproyeksikan akan menjadi lompatan nyata. Tujuan utamanya adalah merawat, memajukan, serta mengangkat kembali marwah kejayaan peradaban Islam Nusantara di Tanah Banten. Tata kelola Banten Lama terpadu diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan peneliti.
Pembentukan badan otoritas atau pokja terpadu akan memastikan koordinasi yang efektif antar-pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan program revitalisasi dan pengembangan kawasan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian Banten Lama sebagai pusat peradaban Islam yang penting.
Melalui kolaborasi yang kuat dan visi yang jelas, Banten Lama tidak hanya akan menjadi destinasi wisata sejarah. Lebih dari itu, kawasan ini akan menjadi simbol kebangkitan kembali nilai-nilai luhur dan kejayaan peradaban Islam Nusantara. Ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang, memastikan warisan budaya tetap terjaga dan memberikan manfaat ekonomi serta sosial.
Sumber: AntaraNews