Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya pelestarian purbakala sebagai upaya merawat kesadaran asal-usul bangsa. Penegasan ini disampaikan dalam sambutan tertulisnya pada deklarasi Mahasabha Purbakala di Kotagede, Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pegiat budaya dan pemerhati warisan sejarah.
Deklarasi Mahasabha Purbakala, yang berlangsung di Pasar Klangenan, Kotagede pada Sabtu, 13 Juni 2026, merupakan gerakan bersama untuk memperkuat pelestarian warisan Nusantara. Deklarasi ini bertepatan dengan peringatan 113 tahun berdirinya lembaga kepurbakalaan di Indonesia. Tujuannya untuk menjaga jejak peradaban bangsa.
Dalam deklarasi tersebut, disuarakan 10 butir pernyataan penting, termasuk usulan agar pemerintah menetapkan 14 Juni sebagai Hari Purbakala Nasional. Usulan ini bertujuan untuk mengakui signifikansi warisan purbakala bagi identitas dan martabat bangsa Indonesia. Ini juga sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Pelestarian Purbakala bagi Jati Diri Bangsa
Sri Sultan Hamengku Buwono X, melalui Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi, menyatakan bahwa merawat purbakala bukan sekadar menjaga benda atau situs bersejarah. Ini adalah cara merawat kesadaran akan asal-usul dan arah perjalanan bangsa, serta nilai-nilai luhur yang harus terus dibawa menuju masa depan.
Menurut Sultan, sebuah bangsa yang mampu merawat ingatan sejarah akan memiliki akar yang kuat dalam menghadapi perubahan zaman yang dinamis. Sebaliknya, bangsa yang kehilangan ingatan sejarah akan perlahan kehilangan pijakan. Mereka akan kesulitan menentukan arah masa depan yang jelas.
"Purba kala adalah jejak peradaban, tempat sebuah bangsa membaca asal-usulnya, mengenali jati dirinya, dan menemukan arah bagi masa depannya. Bangsa yang kehilangan ingatan, perlahan akan kehilangan pijakan," kata Sultan. Pernyataan ini menegaskan esensi mendalam dari warisan purbakala bagi keberlangsungan identitas nasional.
Advertisement
Advertisement
Gerakan Mahasabha Purbakala dan Harapan Penetapan Hari Purbakala Nasional
Deklarasi Mahasabha Purbakala merupakan inisiatif pegiat budaya, arkeolog, seniman, dan pemerhati warisan budaya. Gerakan ini bertujuan memperkuat pelestarian warisan purbakala Nusantara secara kolektif. Ini menandai komitmen bersama untuk menjaga kekayaan sejarah Indonesia.
Sepuluh butir pernyataan dalam deklarasi tersebut menegaskan bahwa warisan purbakala adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dijaga bersama melalui upaya pelestarian, perlindungan, pendidikan, dan penguatan literasi budaya. Deklarasi ini juga mendukung penguatan peran komunitas budaya.
Salah satu poin krusial dalam deklarasi adalah permintaan kepada pemerintah untuk menetapkan 14 Juni sebagai Hari Purbakala Nasional. Penetapan ini melalui Keputusan Presiden akan menjadi bentuk pengakuan resmi. Ini juga akan memperkuat pentingnya warisan purbakala bagi identitas dan martabat bangsa.
Advertisement
Ketua Panitia Mahasabha Purbakala, Sigit Sugito, menjelaskan bahwa deklarasi ini adalah upaya komunitas budaya. Tujuannya untuk berkontribusi dalam memperkuat kehidupan bangsa melalui pelestarian warisan leluhur. "Kita mulai dari situs dan artefak purbakala yang luar biasa yang ada di Indonesia," ujarnya.
Advertisement
Kotagede sebagai Pusat Peradaban dan Peran Komunitas dalam Pelestarian
Pemilihan Kotagede sebagai lokasi deklarasi bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikenal sebagai marwah peradaban Kerajaan Mataram Islam. Kotagede memiliki kedekatan dengan berbagai situs bersejarah yang menjadi bagian penting perjalanan kebudayaan Nusantara.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Riris Purbasari, menyambut baik inisiatif ini. Ia berharap usulan Hari Purbakala Nasional dapat mendorong keterlibatan masyarakat luas. Keterlibatan ini sangat penting dalam upaya pelestarian warisan budaya di seluruh Indonesia.
"Harapan kami Hari Purbakala Nasional dapat ditetapkan agar peran serta masyarakat dalam pelestarian peninggalan dan kebudayaan secara umum bisa semakin meningkat," kata Riris Purbasari. Peningkatan peran serta ini diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata budaya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews