Pemkab Bangka Barat Matangkan Penataan Kawasan Kota Tua Mentok Berkonsep Klaster Eropa

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkolaborasi dengan BPBPK Babel mematangkan rencana penataan Kawasan Kota Tua Mentok, siap dimulai Maret 2026, untuk menjadikannya destinasi wisata budaya berdaya saing.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Bangka Barat Matangkan Penataan Kawasan Kota Tua Mentok Berkonsep Klaster Eropa
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berkolaborasi dengan BPBPK Babel mematangkan rencana penataan Kawasan Kota Tua Mentok, siap dimulai Maret 2026, untuk menjadikannya destinasi wisata budaya berdaya saing. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Bangka Barat) terus mematangkan rencana penataan ulang Kawasan Kota Tua Mentok. Langkah strategis ini dilakukan melalui audiensi dengan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan pembangunan yang dijadwalkan akan dimulai pada awal Maret 2026 mendatang.

Bupati Bangka Barat, Markus, menyampaikan apresiasi atas komitmen BPBPK Babel dalam mendukung revitalisasi kawasan bersejarah ini. Pemkab Bangka Barat menyatakan kesiapan penuh dengan menyiapkan seluruh dokumen serta dukungan teknis dan administratif yang diperlukan. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan dapat memastikan pekerjaan selesai tepat waktu sesuai perencanaan.

Penataan Kawasan Kota Tua Mentok merupakan bagian integral dari upaya pengembangan destinasi wisata budaya di Bangka Barat. Proyek ini mengusung konsep unik 'klaster Eropa', yang diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan. Revitalisasi ini telah lama dinantikan oleh masyarakat setempat, menjanjikan wajah baru bagi Mentok.

Visi Revitalisasi dan Konsep Klaster Eropa

Revitalisasi Kawasan Kota Tua Mentok memiliki visi besar untuk melestarikan nilai-nilai cagar budaya yang kaya di wilayah tersebut. Proyek ini dirancang untuk menghadirkan Mentok sebagai destinasi wisata budaya yang berdaya saing tinggi. Selain itu, diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Bangka Barat.

Konsep 'klaster Eropa' yang diusung dalam penataan ini akan memberikan nuansa berbeda pada kawasan tersebut. Harapannya, hal ini akan menciptakan daya tarik unik yang membedakannya dari destinasi wisata lain. Integrasi budaya lokal dengan sentuhan arsitektur dan tata kota ala Eropa akan menjadi ciri khas utama.

Kepala BPBPK Babel, Mochamad Syukron Fikri, menjelaskan bahwa koordinasi awal dengan Pemkab Bangka Barat ini sangat penting. Tujuannya adalah untuk memastikan semua aspek kesiapan pelaksanaan penataan kawasan telah terpenuhi. Kerja keras tim organisasi perangkat daerah di Bangka Barat dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat juga mendapat apresiasi.

Fokus Pembangunan dan Area Penataan

Pekerjaan fisik penataan Kawasan Kota Tua Mentok akan difokuskan pada dua zona utama yang strategis. Zona tersebut meliputi penataan Taman Lokomobil dan penataan Lapangan Gelora. Selain itu, akan dibangun jalur pedestrian penghubung yang membentang di sekitar kedua kawasan tersebut, menciptakan konektivitas yang nyaman bagi pengunjung.

Total luas area yang akan ditangani dalam proyek ini mencapai sekitar 2,6 hektare, dengan panjang jalur pedestrian sekitar 1.024 meter. Seluruh desain dan pembangunan akan berbasis pada konsep 'tourism creative hub'. Konsep ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas dalam pengembangan pariwisata lokal.

Di Lapangan Gelora, rencana pembangunan mencakup fasilitas modern seperti visitor center, toilet, dan amfiteater. Area kuliner dan cinderamata juga akan disediakan, bersama dengan area parkir, jalur pedestrian, dan tiang bendera. Sementara itu, di Taman Lokomobil, akan dikembangkan area yang menghubungkan Tugu Soekarno dengan Lokomobil, dilengkapi elemen artistik seperti patung dan relief yang merepresentasikan sejarah pengolahan timah di Mentok.

Sinergi dan Persiapan Menuju Pelaksanaan

Mochamad Syukron Fikri menggarisbawahi sejumlah aspek penting yang harus dipersiapkan secara matang untuk mendukung kelancaran pembangunan kawasan. Aspek-aspek tersebut meliputi kesiapan lahan, perizinan cagar budaya, serta pembongkaran struktur eksisting yang tidak relevan. Selain itu, pemindahan aset dan koordinasi kewenangan antarlembaga juga menjadi prioritas.

Mekanisme serah terima aset dan dukungan penuh dari pemerintah daerah sangat krusial untuk keberhasilan proyek ini. Sinkronisasi dengan rencana pengembangan kawasan yang telah disusun oleh pemerintah daerah juga menjadi kunci. Semua persiapan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada hambatan berarti saat pelaksanaan fisik dimulai.

Dengan dukungan penuh dari Pemkab Bangka Barat dan BPBPK Babel, proyek penataan ini diharapkan dapat berjalan lancar. Revitalisasi Kawasan Kota Tua Mentok tidak hanya akan mempercantik kota, tetapi juga meningkatkan potensi ekonomi dan pariwisata Bangka Barat. Ini akan menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah dan balai penataan bangunan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi