Wamenekraf: Esports Jadi Ruang Kolaborasi Vital bagi Talenta Muda dan Esports Ekonomi Kreatif

Wamenekraf Irene Umar menegaskan esports adalah "creative playground" vital, menghubungkan talenta muda dengan subsektor Ekonomi Kreatif, membuka peluang karier dan inovasi baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wamenekraf: Esports Jadi Ruang Kolaborasi Vital bagi Talenta Muda dan Esports Ekonomi Kreatif
Wamenekraf Irene Umar menegaskan esports adalah "creative playground" vital, menghubungkan talenta muda dengan subsektor Ekonomi Kreatif, membuka peluang karier dan inovasi baru. (AntaraNews)

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan esports sebagai "creative playground". Platform ini diharapkan mampu menghubungkan talenta muda dengan berbagai subsektor ekonomi kreatif.

Pernyataan ini disampaikan Wamenekraf Irene Umar dalam konferensi pers Grand Final Mobile Legends: Bang Bang Professional League (MPL) Indonesia Season 17. Acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Jakarta International Velodrome, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Irene Umar menekankan bahwa kemitraan dalam ekosistem esports tidak bisa bersifat sementara atau seremonial. Pemerintah berupaya menjalin hubungan berkelanjutan untuk memberikan panggung bagi para pejuang ekonomi kreatif agar dapat terus berkarya.

Esports sebagai Jembatan Peluang Karier dan Inovasi

Konsep "creative playground" yang diusung Kemenekraf tidak hanya ditujukan bagi para pelaku yang sudah berkecimpung di industri esports. Namun, juga bagi masyarakat luas yang ingin mengenal dan menjadi bagian dari ekosistem yang dinamis ini.

Irene Umar menyoroti bahwa esports telah berkembang menjadi industri yang sangat menjanjikan. Industri ini tidak hanya membuka peluang karier baru, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai karya kreatif yang inovatif.

Pemerintah berharap semakin banyak anak muda yang tertarik untuk menekuni industri esports. Mereka didorong untuk tidak ragu terhadap prospek karier yang ditawarkan oleh sektor yang terus berkembang pesat ini.

Integrasi Kekayaan Intelektual Lokal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Pada pembukaan MPL Indonesia Season 17 akhir April lalu, Moonton Games dan perusahaan agensi kekayaan intelektual (IP) Tale X menandatangani nota kesepahaman. Kolaborasi ini menandai integrasi IP lokal yang lebih luas ke dalam ekosistem MPL Indonesia Season 17.

Melalui kerja sama strategis ini, enam IP lokal ternama akan hadir dalam rangkaian Thematic Week sepanjang musim kompetisi. IP tersebut meliputi Starla, Halomiyu, Beemala, Hai Dudu, Khuga, dan Cerita Sole.

Irene Umar menilai kolaborasi semacam ini menunjukkan kapasitas esports sebagai penghubung berbagai subsektor ekonomi kreatif. Ini termasuk pengembangan IP dan industri fesyen yang memiliki potensi besar.

Martinus H. Manurung, Head of Indonesia Esports Business Development Moonton Games, menambahkan bahwa pengembangan IP lokal dalam MPL bertujuan menciptakan peluang ekonomi baru bagi para kreator. IP yang lahir dari kolaborasi ini berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk dan karya kreatif, mulai dari merchandise, apparel, hingga komik dan animasi.

Esports: Pemersatu Bangsa dan Trendsetter Industri

Wamenekraf Irene Umar menyatakan bahwa kolaborasi IP yang terjadi di esports tidak hanya diumumkan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan nyata. Hal ini membuktikan bahwa esports mampu menjadi trendsetter di berbagai lini industri di luar ekosistemnya sendiri, termasuk dalam dunia fesyen.

Selain memperkuat ekosistem kreatif, esports Indonesia juga memiliki modal kuat untuk terus berkembang. Berbagai capaian di tingkat internasional menjadi bukti potensi besar yang dimiliki.

Irene Umar berharap perkembangan industri esports ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk mempererat persatuan masyarakat. "Saya berharap esports Indonesia bisa menjadi pemersatu bangsa," ujar Irene.

Kehadiran IP lokal dalam ekosistem esports diharapkan dapat mendorong kreativitas anak muda. Selain itu, juga membuka peluang usaha baru yang berbasis karya intelektual, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru dan sumber kreativitas yang dapat dimonetisasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi