Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang telah mengumumkan peningkatan signifikan dalam ketersediaan layanan penukaran uang baru guna menyambut bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Peningkatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran transaksi keuangan masyarakat di wilayah kerjanya. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam mendukung stabilitas ekonomi regional.
Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, menyatakan bahwa total nominal uang baru yang disiapkan mencapai Rp3,913 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6 persen dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,675 triliun. Peningkatan ini mencerminkan antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan uang tunai selama periode hari raya.
Layanan penukaran uang baru ini akan menjangkau masyarakat di seluruh wilayah kerja BI Malang. Cakupan wilayah tersebut meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo. BI Malang bekerja sama dengan perbankan lokal untuk menyediakan berbagai skema layanan yang mudah diakses.
Advertisement
Advertisement
KPwBI Malang menegaskan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan penukaran uang baru bagi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Alokasi dana sebesar Rp3,913 triliun telah disiapkan, menunjukkan peningkatan 6 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini adalah upaya proaktif untuk mengantisipasi tingginya permintaan uang tunai.
Indra Kuspriyadi menjelaskan bahwa penyediaan uang tunai ini merupakan bentuk komitmen BI bersama perbankan. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran transaksi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan penukaran uang baru. Hal ini juga sejalan dengan program nasional untuk menjaga ketersediaan uang layak edar.
Ketersediaan uang baru ini sangat penting untuk mendukung perputaran ekonomi lokal selama periode hari raya. Masyarakat dapat menukarkan uang lama dengan uang baru untuk berbagai keperluan. Ini termasuk untuk membayar zakat, sedekah, atau sebagai tunjangan hari raya (THR).
Advertisement
Advertisement
Untuk mempermudah akses masyarakat terhadap penukaran uang baru, KPwBI Malang telah menyiapkan berbagai skema layanan. Skema ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat di seluruh wilayah kerja. Kerjasama dengan perbankan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan program ini.
Salah satu skema yang disiapkan adalah layanan kas keliling ritel, yang akan berlangsung dari 19 Februari hingga 12 Maret 2026. Layanan ini akan tersedia di 21 titik strategis yang tersebar di wilayah kerja BI Malang. Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk menukarkan uang dengan lebih praktis.
Selain itu, akan ada layanan penukaran terpadu bersama perbankan yang digelar pada 14–15 Maret 2026. Lokasi layanan terpadu ini berada di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang dan Gedung P3GI Kota Pasuruan. Masyarakat juga dapat mengunjungi 50 titik kantor bank yang ditunjuk untuk penukaran uang pada 26-27 Februari serta 11-13 Maret 2026.
Advertisement
"Kami juga menghadirkan layanan tematik yang bersinergi dengan dinas terkait sebanyak dua kali kegiatan serta satu layanan penukaran di rest area jalan tol yang berada di wilayah kerja BI Malang," kata Indra Kuspriyadi. Ini menunjukkan upaya BI Malang untuk menjangkau masyarakat di berbagai lokasi, termasuk saat bepergian.
Advertisement
Seluruh layanan penukaran uang baru tahun ini mewajibkan masyarakat untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu. Pemesanan dilakukan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id. Penggunaan PINTAR bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menentukan jadwal dan lokasi penukaran sesuai preferensi masing-masing.
"Penukar wajib hadir sesuai lokasi dan jadwal yang dipilih, tidak dapat diwakilkan, serta membawa KTP dan bukti pemesanan," jelas Indra Kuspriyadi. Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan tertibnya proses penukaran dan mencegah praktik percaloan. Masyarakat diharapkan mematuhi prosedur yang telah ditetapkan.
Program layanan penukaran uang baru ini dikemas dalam Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. "Program SERAMBI 2026, ada sejumlah pembaruan, antara lain optimalisasi peran perbankan dalam layanan kas, perpanjangan jumlah layanan dan paket penukaran, serta peningkatan performa infrastruktur PINTAR," ujar Indra. Pembaruan ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan.
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, mantan Deputi Direktur BI Sumatera Utara ini juga mengajak masyarakat untuk “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”. Kampanye ini diimplementasikan dengan merawat uang Rupiah dengan 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi. Ini adalah upaya edukasi untuk menjaga kualitas uang Rupiah.
Sumber: AntaraNews