Realisasi Penukaran Uang BI Sumsel Capai Rp121,4 Miliar di Awal Maret 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan mencatat realisasi penukaran uang BI Sumsel mencapai Rp121,4 miliar hingga awal Maret 2026, melayani puluhan ribu penukar dalam program Serambi 2026.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan melaporkan realisasi penukaran uang masyarakat mencapai Rp121,4 miliar hingga awal Maret 2026. Angka ini tercatat dalam rangkaian program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026 yang tengah berlangsung.
Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa jumlah penukar telah mencapai 23.800 orang. Jumlah tersebut merupakan sekitar 40 persen dari total kuota 57.000 penukar yang telah dialokasikan selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program Serambi 2026, yang mengusung tema "Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah", bertujuan memastikan ketersediaan uang layak edar. BI Sumsel berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai menjelang hari raya.
Ketersediaan Uang Tunai dan Proyeksi Kebutuhan
BI Sumsel telah menyiapkan lebih dari Rp1,6 triliun dalam pecahan kecil, mulai dari Rp1.000 hingga Rp20.000, guna mendukung kelancaran transaksi. Ketersediaan uang ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Peningkatan kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini diproyeksikan naik signifikan. Diperkirakan ada kenaikan sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi dan sosial.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ini, BI Sumsel membuka 462 tempat layanan penukaran uang di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk memastikan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan penukaran uang BI Sumsel yang merata.
Inovasi Layanan dan Aksesibilitas Digital
Selain membuka layanan di lokasi-lokasi strategis, BI Sumsel juga berinovasi dengan melaksanakan kegiatan Susur Sungai Musi. Kegiatan ini berlangsung pada 2–6 Maret 2026, dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat pesisir yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan.
Seluruh layanan penukaran uang BI Sumsel dilakukan melalui pendaftaran digital menggunakan aplikasi Pintar. Sistem ini diterapkan untuk memastikan distribusi uang lebih tertib, merata, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program Serambi 2026, BI Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan uang rupiah yang cukup. Selain itu, BI juga memastikan uang tersebut layak edar dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat selama periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sumber: AntaraNews