BI Proyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulteng Capai Rp1,76 Triliun, Naik 16 Persen

Bank Indonesia memproyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulawesi Tengah mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya. Ketahui faktor pendorong dan layanan penukaran uang yang tersedia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BI Proyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulteng Capai Rp1,76 Triliun, Naik 16 Persen
Bank Indonesia memproyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulawesi Tengah mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 16 persen dari tahun sebelumnya. Ketahui faktor pendorong dan layanan penukaran uang yang tersedia. (AntaraNews)

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulawesi Tengah (Sulteng) akan mencapai angka fantastis sekitar Rp1,76 triliun. Proyeksi ini mencakup periode Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, menandakan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

Peningkatan kebutuhan uang tunai ini diperkirakan mencapai 16 persen dibandingkan dengan Ramadhan tahun sebelumnya, menunjukkan aktivitas ekonomi yang semakin menggeliat. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah, Irfan Sukarna, menyampaikan hal ini di Palu.

Kenaikan ini didorong oleh berbagai faktor penting, termasuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, serta sektor swasta. Selain itu, tradisi berbagi di bulan suci dan penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah turut berkontribusi pada peningkatan ini.

Peningkatan Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan di Sulteng tidak lepas dari beberapa faktor krusial yang saling berkaitan. Salah satunya adalah pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang rutin dilakukan menjelang Idul Fitri, baik untuk ASN, TNI/Polri, maupun karyawan swasta. Pembayaran THR ini secara langsung meningkatkan daya beli masyarakat dan memicu peredaran uang tunai.

Tradisi berbagi dan silaturahmi yang kental selama bulan Ramadhan juga menjadi pendorong utama. Masyarakat cenderung membutuhkan uang tunai untuk berbagai keperluan, seperti sedekah, zakat, dan hadiah. Selain itu, penyaluran bantuan sosial (bansos) oleh pemerintah juga berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat rentan, sehingga turut meningkatkan kebutuhan uang kartal.

Irfan Sukarna menambahkan, meningkatnya aktivitas ekonomi akibat faktor musiman juga berkontribusi pada tren ini. Mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama menjelang dan selama libur Lebaran, serta potensi penambahan masa libur oleh pemerintah, secara keseluruhan mendorong peningkatan transaksi tunai. Semua elemen ini menciptakan kondisi di mana permintaan uang tunai menjadi sangat tinggi.

Guna memastikan ketersediaan uang Rupiah yang memadai selama periode Ramadhan, KPwBI Sulawesi Tengah telah menyiapkan strategi komprehensif. Total nilai uang Rupiah yang disediakan untuk layanan penukaran mencapai Rp2,86 triliun. Jumlah ini diharapkan dapat memenuhi seluruh Kebutuhan Uang Tunai Ramadhan masyarakat.

Ketersediaan uang tersebut terbagi menjadi dua kategori utama. Uang Pecahan Besar (UPB) dengan nominal Rp100 ribu hingga Rp50 ribu disiapkan sebesar Rp2,58 triliun. Sementara itu, Uang Pecahan Kecil (UPK) dengan nominal Rp20 ribu ke bawah dialokasikan sebesar Rp277,6 miliar, memastikan semua denominasi tersedia.

Layanan penukaran uang Rupiah ini akan tersebar di 26 titik strategis di berbagai wilayah Sulawesi Tengah. Lokasi tersebut meliputi Kota Palu, Kabupaten Tolitoli, Poso, Morowali, Banggai, hingga Pasangkayu. Penempatan titik layanan yang luas ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat secara merata.

Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan jangkauan layanan, KPwBI Sulawesi Tengah melibatkan sekitar 22 perbankan dalam program penukaran uang Rupiah ini. Keterlibatan bank-bank tersebut menghasilkan 52 frekuensi layanan, jumlah yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen BI dalam melayani masyarakat.

Optimalisasi penggunaan aplikasi PINTAR (https://pitar.bi.go.id) juga menjadi fokus utama. Aplikasi ini dirancang untuk memastikan proses penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata, dan transparan. Dengan PINTAR, masyarakat dapat mendaftar dan memilih jadwal penukaran, mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan.

Irfan Sukarna memperkirakan bahwa layanan penukaran uang Rupiah ini dapat menjangkau sekitar 2.700 penukar. Pendaftaran melalui aplikasi PINTAR untuk periode 2-13 Maret 2026 telah dibuka mulai 27 Februari pukul 09.00 Wita. Layanan ini tersedia melalui jaringan kantor bank terdaftar maupun layanan kas keliling BI, memberikan fleksibilitas kepada masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi