Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan Akibat Penutupan Selat Hormuz
Iran menutup Selat Hormuz, sehingga dua kapal PT Pertamina International Shipping, yaitu Pertamina Pride dan Gamnusuro, tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Aksi penutupan Selat Hormuz oleh Iran dalam waktu dekat juga berdampak pada dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro yang saat ini terjebak.
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau dengan cermat situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz.
"Kedua kapal PIS, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz," ujarnya dalam pernyataan tertulis pada Minggu (19/4).
Vega menambahkan, PIS melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman.
"Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya. Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," tuturnya.
Penutupan Selat Hormuz
Sebagaimana diketahui, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Jumat (17/4/2026) menyatakan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS).
Namun, Iran kembali memperketat kendali atas Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah menyatakan bahwa jalur strategis tersebut terbuka untuk pelayaran komersial. Keputusan ini diambil setelah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, yang dituduh terus melanggar komitmen melalui blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.