Cara Pakai E-Wallet Ternyata Berbeda di Setiap Generasi, Ini Buktinya
Survei Jakpat ungkap perbedaan cara Gen Z, Milenial, dan Gen X memakai e-wallet, dari transfer hingga bayar tagihan.
Penggunaan dompet digital atau e-wallet di Indonesia terus meningkat dan kini menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari.
Namun, di balik tingginya penetrasi yang mencapai lebih dari 90 persen, terdapat perbedaan menarik dalam cara tiap generasi memanfaatkan teknologi ini.
Survei yang dilakukan oleh Jakpat terhadap 1.945 responden menunjukkan bahwa Gen Z, Milenial, dan Gen X memiliki kebiasaan yang berbeda dalam menggunakan e-wallet, meski sama-sama mengandalkan kemudahan sebagai alasan utama.
Secara umum, sekitar 60 persen responden memilih e-wallet karena kemudahan penggunaan dan metode pembayaran yang praktis. Namun, jika ditelusuri lebih jauh, masing-masing generasi memiliki prioritas yang berbeda.
Gen Z, misalnya, cenderung memanfaatkan e-wallet sebagai alat multifungsi. Sekitar tiga dari 10 responden dari kelompok ini menggunakan e-wallet karena fitur yang beragam, mulai dari pembayaran, transfer, hingga menyimpan uang.
Bahkan, 53 persen Gen Z menjadikan e-wallet sebagai tempat menyimpan dana mereka.
Milenial dan Gen X
Sementara itu, Milenial lebih fokus pada aspek keamanan dan fungsi pembayaran rutin. Sebanyak 56 persen Milenial memilih menggunakan e-wallet yang telah berizin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, tiga dari empat Milenial menggunakan e-wallet untuk membayar tagihan, menjadikannya sebagai alat utama dalam pengelolaan keuangan sehari-hari.
Berbeda lagi dengan Gen X yang cenderung menggunakan e-wallet untuk kebutuhan praktis tertentu.
Sekitar 47 persen dari kelompok ini memanfaatkan e-wallet untuk membayar transportasi, menunjukkan penggunaan yang lebih spesifik dibanding generasi lain.
Secara keseluruhan, fungsi transfer uang menjadi yang paling dominan, digunakan oleh tujuh dari 10 responden. Selain itu, pembayaran tagihan dan belanja online juga menjadi penggunaan utama dengan persentase masing-masing mencapai 64 persen.
Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, menilai bahwa perbedaan ini menunjukkan bagaimana e-wallet telah beradaptasi dengan kebutuhan setiap generasi.
“E-wallet kini tidak lagi sekadar alternatif pembayaran, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan finansial sehari-hari. Menariknya, tiap generasi memanfaatkan e-wallet dengan cara yang berbeda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Dari sisi informasi, mayoritas responden mengenal e-wallet melalui iklan di media sosial (36 persen) dan rekomendasi dari orang terdekat (35 persen). Sementara Gen X lebih banyak mengenalnya melalui media massa.
Temuan ini menegaskan bahwa meski teknologi yang digunakan sama, pola pemanfaatannya sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan kebutuhan tiap generasi.