Pemprov Jabar berupaya mengantisipasi puluhan ribu siswa yang terancam putus sekolah karena tidak lolos dalam Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) di sekolah negeri.
Sebanyak 751 sekolah swasta telah mendaftar untuk menjalin kerja sama guna menampung sekitar 78 ribu murid.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Purwanto mengatakan, langkah kolaborasi ini diambil demi memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap bisa mengenyam bangku pendidikan tingkat SMA dan SMK.
"Agar anak-anak di Provinsi Jawa Barat ini semuanya bisa mengakses pendidikan. Keterbatasan (kuota) pemerintah ini menjadi salah satu kendala yang diatasi. Salah satu bentuk intervensi ketika pemetaan ini selesai adalah menjalin kerja sama dengan sekolah swasta," ujar Purwanto saat ditemui di SMKN 1 Bandung, Senin (15/6).
Advertisement
Melalui kerja sama ini, Pemprov Jabar berkomitmen untuk meringankan beban biaya pendidikan para siswa.
Pemerintah bakal membiayai Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) hingga sumbangan bulanan di sekolah swasta yang dituju. Adapun nominal subsidi yang disiapkan diperkirakan mencapai Rp 2,7 juta per siswa setiap tahunnya.
"Kita akan sesuaikan dengan kemampuan fiskal kita, tapi kemarin rate-nya kira-kira segitu ya (Rp 2,7 juta)," jelas Purwanto.
Terkait mekanisme penyaluran dana bantuan tersebut, Disdik Jabar saat ini tengah mematangkan skema terbaik bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
"Nanti teknisnya kita lagi buat skemanya dengan Bappeda, apakah nanti langsung ke siswa, kemudian masuk ke sekolah atau seperti apa. Yang jelas ini subsidi ke anak-anak Jawa Barat untuk bersekolah," sambungnya.
Meski membuka pintu kerja sama yang luas, Disdik Jabar tidak akan asal pilih. Purwanto menegaskan bahwa pihaknya bakal melakukan proses kurasi yang ketat terhadap 751 sekolah swasta yang sudah mendaftar.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas pendidikan yang diterima siswa di sekolah swasta tersebut tetap terjaga.
"Tentu kita pengin mereka yang sarana prasarananya memadai, gurunya memadai gitu ya. Kemudian akreditasi mungkin jadi salah satu pertimbangan," tegasnya.
Sementara itu, bagi calon murid yang tinggal di wilayah pelosok dan kesulitan menjangkau lokasi sekolah swasta, Disdik Jabar menyiapkan solusi alternatif. Mereka akan diarahkan untuk masuk ke Sekolah Menengah Atas Terbuka (SMATer).
"Jadi SMA Terbuka itu nanti salah satu intervensi kita untuk anak-anak yang jauh aksesnya dari sekolah, dan terdaftar di PPDB. Kita petakan, salah satunya lewat SMATer," ungkap Purwanto.
Sebagai informasi, tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) dalam SPMB Jabar saat ini telah rampung. Proses akan berlanjut ke pendaftaran SPMB Jabar Tahap 1 yang digelar mulai 15 Juni hingga 19 Juni 2026.
Bagi siswa yang dinyatakan gagal pada tahap pertama, mereka masih mendapatkan kesempatan untuk mendaftar pada Tahap 2 yang dibuka pada 30 Juni hingga 6 Juli 2026.
Berikut adalah rincian kuota jalur penerimaan sekolah negeri di Jawa Barat:
Jenjang SMA:
Jalur Domisili: 35 persen
Jalur Prestasi: 30 persen
Jalur Afirmasi: 30 persen
Jalur Mutasi: 5 persen
Jenjang SMK:
Jalur Prestasi: 55 persen
Jalur Afirmasi: 30 persen
Jalur Domisili Terdekat: 10 persen
Jalur Mutasi: 5 persen