Iran Bakal Balas Tindakan AS Terkait Penyitaan Kapal Touska
Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz.
Juru bicara Komando Militer Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa negaranya akan segera membalas aksi penyitaan kapal berbebdara Iran yang dilakukan militer Amerika Serikat di Teluk Oman.
Sebelumnya Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi penyitaan kapal dagang Iran Touska yang berupaya menerobos blokade AS di Teluk Oman.
Menurutnya, kapal Iran tersebut kini berada di bawah kendali AS.
"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons tindakan tersebut dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan militer AS ini," kata juru bicara komando militer Iran, seperti dikutip Reuters.
Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai menutup semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang menyumbang sekitar 20 persen dari pasokan minyak, produk minyak bumi, dan LNG global.
Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran bebas melewati Selat Hormuz selama mereka tidak membayar bea masuk ke Teheran. Otoritas Iran belum mengumumkan pemberlakuan bea masuk, tetapi telah membahas rencana tersebut.
Konfirmasi AS
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menginformasikan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah melaksanakan langkah-langkah blokade laut di Laut Arab terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran yang berusaha menuju pelabuhan Iran pada hari Minggu, 19 April 2026.
Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG-111) mencegat kapal M/V Touska saat melintasi bagian utara Laut Arab dengan kecepatan 17 knot dalam perjalanan menuju Bandar Abbas, Iran.
"Pasukan AS memberikan beberapa peringatan dan memberitahu kapal berbendera Iran tersebut bahwa mereka melanggar blokade yang diberlakukan oleh AS."
Setelah awak kapal Touska tidak mengindahkan peringatan berulang kali selama enam jam, USS Spruance memerintahkan agar ruang mesin kapal tersebut dikosongkan.
"Setelah itu, Spruance melumpuhkan sistem penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam 5 inci MK 45 ke arah ruang mesin," lanjut pernyataan tersebut.
"Pasukan Marinir AS dari 31st Marine Expeditionary Unit kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, yang saat ini berada dalam kendali AS."
Tindakan ini diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade yang telah diberlakukan.
Blokade Laut oleh AS
Presiden AS, Donald Trump, juga mengonfirmasi informasi tersebut melalui platform Truth Social. "Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan bobot mendekati kapal induk, mencoba menerobos blokade laut kami, dan hasilnya tidak berjalan baik bagi mereka."
Ia menegaskan bahwa AS telah memberikan peringatan yang memadai agar kapal tersebut berhenti, namun peringatan tersebut diabaikan. "Karena itu, kapal angkatan laut kami menghentikan pergerakan mereka secara langsung dengan menembak ruang mesin kapal," tambah Trump.
Trump juga mengungkapkan bahwa kapal Touska sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Kementerian Keuangan AS akibat riwayat aktivitas ilegalnya. "Saat ini kapal tersebut sepenuhnya berada dalam kendali kami dan kami sedang memeriksa muatannya."
Blokade laut yang diberlakukan oleh AS berlaku untuk semua kapal dari negara manapun yang ingin masuk atau keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran, dan resmi dimulai pada 13 April setelah perundingan antara kedua negara di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Trump menegaskan bahwa blokade laut akan tetap diberlakukan hingga kedua negara mencapai kesepakatan yang disepakati.