Sejumlah kapal tanker dan kargo tampak berlabuh di perairan Selat Hormuz, dekat Bandar Abbas, Iran, Senin (4/5/2026), di tengah situasi keamanan yang memanas di jalur pelayaran strategis tersebut.
Pernyataan dari pejabat militer Iran menyebut negaranya siap menghadapi berbagai kemungkinan. Iran juga mengklaim telah melepaskan tembakan awal saat kapal Angkatan Laut Amerika Serikat mencoba melintas di kaw
Di sisi lain, militer Amerika Serikat membantah adanya serangan terhadap kapalnya. AS justru menyatakan kesiapan untuk mengawal kapal-kapal komersial melintasi Selat Hormuz, setelah lalu lintas pelayaran terganggu dan menyebabkan ratusan kapal tertahan dalam beberapa waktu terakhir.
Selama dua bulan terakhir, Iran dilaporkan menyerang sejumlah kapal serta menghentikan kapal lain yang tidak memiliki izin. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.
Komando Pusat militer AS menyebut dua kapal dagang berbendera Amerika telah berhasil melewati selat tersebut. Kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS yang berada di Teluk Persia turut membantu memulihkan arus pelayaran komersial.
Informasi yang disampaikan melalui platform X menyebut kapal perang tersebut melintas dalam rangka mendukung pengamanan jalur pelayaran. Kapal-kapal dagang yang dikawal dilaporkan melanjutkan perjalanan dengan aman, meski tidak dijelaskan secara rinci waktu pergerakannya.