Banyumas Rawan Bencana, Sekda Ajak Tingkatkan Kapasitas Penanggulangan Bencana Banyumas
Sekda Banyumas serukan sinergi dan peningkatan kapasitas Penanggulangan Bencana Banyumas. Kondisi alam yang beragam menjadikan wilayah ini rawan bencana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk terus bersinergi dalam upaya peningkatan kapasitas Penanggulangan Bencana Banyumas. Ajakan ini disampaikan mengingat kondisi geografis wilayah Banyumas yang memiliki kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana alam.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekda Agus Nur Hadie saat membuka kegiatan pelatihan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana pada Minggu (21/9). Acara penting ini diselenggarakan di Embung Kanoman, Desa Pandansari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, sebagai bagian dari komitmen daerah dalam membangun ketangguhan menghadapi potensi bencana.
Agus Nur Hadie menekankan bahwa Penanggulangan Bencana Banyumas adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Oleh karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Basarnas, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ajibarang, dan masyarakat yang aktif mengembangkan sumber daya kebencanaan.
Pelatihan Penting untuk Kesiapsiagaan Bencana
Pelatihan pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana ini diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri dari anggota PC Muhammadiyah Ajibarang dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Desa Pandansari. Kegiatan ini dirancang untuk membekali para sukarelawan dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Andi Risdianto, menjelaskan bahwa materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting. Peserta mendapatkan pemahaman tentang manajemen bencana, teknik pemanfaatan peralatan penanganan darurat, serta peningkatan kepedulian terhadap kondisi darurat bencana yang mungkin terjadi.
Sekda Agus Nur Hadie berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius namun tetap menyenangkan. "Serap ilmu sebanyak-banyaknya, praktikkan di lapangan, dan sebarkan kembali kepada masyarakat lain yang belum mengikuti pelatihan. Dengan begitu semakin banyak warga yang teredukasi," katanya menegaskan, menunjukkan pentingnya penyebaran pengetahuan ini.
Sinergi Multipihak Kunci Ketangguhan Banyumas
Banyumas, dengan luas 4,08 persen dari Provinsi Jawa Tengah, memiliki kondisi alam yang beragam, mulai dari pegunungan, lembah, hingga sungai. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rawan bencana, terutama saat curah hujan tinggi, seperti yang disampaikan Sekda Agus Nur Hadie.
Andi Risdianto dari BPBD Banyumas menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi dan peran aktif masyarakat dalam upaya peningkatan kapasitas Penanggulangan Bencana Banyumas. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kerelaan menolong sesama di antara warga.
Peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan mekanisme atau sistem dalam penanggulangan darurat bencana di Banyumas menjadi target utama dari kegiatan ini. "Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan mekanisme atau sistem dalam penanggulangan darurat bencana di Banyumas," kata Andi.
Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak sesuai peran dan kompetensinya, Sekda Agus Nur Hadie mengaku optimistis Banyumas akan semakin tangguh menghadapi bencana. "Semoga ikhtiar yang kita lakukan hari ini (21/9) menjadi amal baik yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, juga untuk masyarakat luas," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews