Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks. Inovasi bernama "Padhang" (Pantauan Data Hoaks Jawa Tengah) diluncurkan untuk memperkuat upaya antisipasi hoaks di wilayah tersebut. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan terpercaya bagi masyarakat Jateng.
Inisiatif ini merupakan bagian dari visi Pemprov Jateng menuju ekosistem pemerintahan digital yang lebih terintegrasi. "Padhang" dikembangkan melalui kolaborasi erat antara Dinas Komunikasi dan Informatika Digital (Diskomdigi) Jateng dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang jernih dan terverifikasi kepada publik.
Kepala Diskomdigi Jateng, Lilik Henry Ristanto, menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada klarifikasi hoaks. Namun juga membangun ekosistem kolaboratif penanganan hoaks di seluruh Jawa Tengah. Hal ini diharapkan mampu melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi palsu.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Inovasi Padhang
Inovasi "Padhang" merupakan hasil kerja sama strategis antara Pemprov Jateng melalui Diskomdigi Jateng dengan berbagai elemen. Keterlibatan komunitas antihoaks dan akademisi menjadi pilar utama dalam pengembangan sistem ini. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam membangun pertahanan digital yang kuat.
Menurut Lilik Henry Ristanto, inovasi tersebut dibarengi dengan edukasi masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi. Edukasi ini penting mengingat penyebaran informasi palsu berpotensi menimbulkan keresahan, penipuan, hingga konflik sosial. Oleh karena itu, pendekatan komprehensif sangat diperlukan.
Sistem "Padhang" dapat diakses publik melalui situs jatengprov.go.id/padhang dan aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni). Pengembangan platform ini melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan data hingga verifikasi. Proses ini memastikan setiap informasi yang disajikan telah melalui tahapan validasi yang ketat.
Advertisement
Kolaborasi tidak hanya terbatas pada pihak eksternal, tetapi juga melibatkan 50 OPD Pemprov Jateng dan 35 Dinas Kominfo kabupaten/kota. Jaringan luas ini memungkinkan Padhang untuk melakukan "tracing" atau pelacakan hoaks dalam pemberitaan media massa secara efektif. Ini menunjukkan upaya terpadu dalam antisipasi hoaks Jateng.
Advertisement
Dampak dan Manfaat Padhang bagi Masyarakat
Berdasarkan data dari Padhang Diskomdigi Jateng, produksi informasi palsu menunjukkan angka yang signifikan setiap tahunnya. Pada tahun 2023, tercatat 161 isu hoaks, kemudian 51 isu pada 2024, dan 82 isu pada 2025. Mayoritas isu berkaitan dengan penggunaan nomor palsu yang mengatasnamakan pejabat.
Data trafik website menunjukkan bahwa kanal "Padhang" diakses lebih dari 4.200 kali selama Mei 2026. Angka ini mengindikasikan tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi yang terverifikasi. Kehadiran Padhang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara cepat dan akurat.
Lilik Henry Ristanto berharap inovasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna sistem digital. Di era informasi yang masif, konten dapat datang kapan saja dengan jumlah yang sangat besar. "Padhang" menjadi alat penting untuk memverifikasi kebenaran informasi.
Advertisement
Dengan kemampuan memverifikasi berita, masyarakat dapat menyimpulkan apakah konten yang diterima benar atau tidak, serta kontekstual atau tidak. Sistem ini dirancang untuk menghindarkan masyarakat dari penipuan, hasutan, atau bahkan kerusuhan akibat informasi palsu. Ini adalah langkah krusial dalam antisipasi hoaks Jateng.
Advertisement
Kecepatan Respons dan Kualitas Verifikasi
Meskipun proses verifikasi melibatkan banyak pihak, kecepatan respons dalam memberikan klarifikasi terhadap suatu informasi tetap menjadi prioritas. "Padhang" dirancang untuk tidak mengurangi kecepatan dalam menyajikan kebenaran kepada publik. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran hoaks lebih luas.
Lilik menekankan bahwa sesuai namanya, "Padhang" yang berarti terang, ingin menghadirkan kanal informasi yang mencerahkan masyarakat. Melalui platform ini, berbagai informasi yang jernih dan terang benderang akan disajikan. Ini semua setelah melalui berbagai tahapan verifikasi yang ketat.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap klarifikasi yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kualitas verifikasi menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap informasi resmi. Ini adalah inti dari upaya antisipasi hoaks Jateng.
Advertisement
Komitmen Pemprov Jateng melalui "Padhang" adalah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika penyebaran informasi palsu. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih cerdas dan kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima. Ini mendukung terciptanya ruang digital yang aman dan informatif.
Sumber: AntaraNews