Tim SAR gabungan menemukan lima penumpang Kapal Motor Nurul Salsa dalam kondisi selamat di sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (18/7). Sebelumnya, kelima penumpang tersebut ditemukan KMN Sinar Matoanging 04 setelah tiga hari mengapung di laut dengan berpegangan pada rompong (rumah ikan) milik nelayan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, penemuan kelima penumpang KM Nurul Salsa disampaikan langsung Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Iwan Darmawan Aras. Arif mengungkapkan identitas lima penumpang ditemukan selamat yakni Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Diska (7) dan Sri Ardita (17).
"Alhamdulillah, kami kembali menerima kabar bahwa lima korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh KMN Sinar Matoanging 04 di sekitar Pulau Matallang. Saat ini KN SAR Kamajaya sedang bergerak menuju lokasi untuk melaksanakan intercept dan mengevakuasi para korban agar segera mendapatkan penanganan medis serta pendataan lebih lanjut," ujar Arif.
Arif menjelaskan, kemampuan para korban bertahan hidup dengan berpegangan pada rompong nelayan menjadi faktor penting hingga akhirnya mereka berhasil ditemukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi.
"Penemuan ini menjadi penyemangat bagi seluruh unsur SAR gabungan yang masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban lainnya. Kami berharap masih ada korban lain yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat," kata dia.
Basarnas Makassar memastikan proses evakuasi akan dilakukan sesuai prosedur, kemudian para korban akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Kepulauan Selayar, Aipda Suardi A menambahkan berdasarkan data, KM Nurul Salsa mengangkut 76 orang penumpang. Dari jumlah tersebut 57 orang sudah ditemukan dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.
"Berdasarkan tabulasi data korban di Posko, 19 orang penumpang masih dalam pencarian," kata dia.
Advertisement
Nakhoda Diperiksa Polisi
Sebelumnya, polisi sudah memeriksa Nakhoda KM Nurul Salsa inisial MR (36). Selain nakhoda dan ABK, penyidik juga mulai meminta keterangan dari sejumlah saksi serta penumpang yang berhasil selamat untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian tenggelamnya KLM Nurul Salsa.
"Langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas,” tuturnya.
Selain proses pemeriksaan, personel gabungan juga melaksanakan pendataan ulang jumlah riil penumpang dan korban dengan mencocokkan data manifest, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah ditemukan maupun yang masih dalam pencarian.