Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Aceh, baru-baru ini meluncurkan inovasi layanan keimigrasian yang sangat dinanti masyarakat. Program ini diberi nama Pelayanan Paspor Minggu Ceria atau PASPORIA, hadir di ruang publik.
Kegiatan PASPORIA dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Inisiatif ini bertujuan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu mengurus dokumen pada hari kerja.
Kepala Kantor Imigrasi Sabang, Muchsin Miralza, menjelaskan bahwa layanan ini mengatasi kendala waktu masyarakat. Ini adalah upaya nyata untuk mendekatkan Imigrasi kepada warga, sesuai dengan semangat pelayanan publik yang prima.
Advertisement
Advertisement
Inovasi PASPORIA Mudahkan Akses Layanan Paspor Imigrasi Sabang
Muchsin Miralza menyatakan bahwa PASPORIA merupakan bentuk inovasi pelayanan publik yang proaktif. Tujuannya adalah meningkatkan aksesibilitas layanan keimigrasian bagi masyarakat luas. Layanan ini juga sekaligus mendekatkan Kantor Imigrasi Sabang kepada warga.
Pada pelaksanaan PASPORIA kali ini, Kantor Imigrasi Sabang berhasil melayani 20 permohonan paspor dari masyarakat. Semua pemohon telah memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditetapkan.
Layanan jemput bola ini memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan paspor dengan lebih mudah dan efisien. Mereka tidak perlu lagi datang langsung ke kantor imigrasi pada jam kerja. Ini diharapkan memberikan pengalaman pelayanan yang cepat, mudah, dan nyaman.
Advertisement
Selain memproses permohonan, petugas Imigrasi Sabang juga memberikan informasi dan edukasi penting. Mereka menjelaskan prosedur permohonan paspor serta penggunaan aplikasi M-Paspor. Edukasi juga mencakup pentingnya menjaga dokumen perjalanan agar tidak disalahgunakan.
Advertisement
"Imigrasi Untuk Rakyat" dan Pencegahan TPPO
Kegiatan PASPORIA tidak hanya berfokus pada layanan paspor semata. Acara ini juga menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini terkait pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Pencegahan TPPO dilakukan melalui pemanfaatan paspor secara bertanggung jawab dan sesuai aturan. Muchsin menegaskan bahwa konsep pelayanan jemput bola seperti PASPORIA adalah bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi. Ini untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, turut menegaskan komitmen ini. Ia menyatakan bahwa pelaksanaan PASPORIA adalah implementasi nyata dari tagline Direktur Jenderal Imigrasi, yakni "Imigrasi Untuk Rakyat".
Advertisement
Tagline tersebut mencerminkan komitmen Imigrasi untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah dijangkau, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran layanan di ruang-ruang publik seperti Car Free Day merupakan wujud nyata semangat ini.
Sumber: AntaraNews