Dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan menyeret nama Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, terhadap sekretaris pribadinya berinisial R, direspons cepat DPRD Kabupaten Sumedang. Merespons kabar panas tersebut, jajaran pimpinan DPRD langsung menggelar rapat khusus guna menentukan sikap institusi.
Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Sumedang, Mamat Rohimat mengungkapkan bahwa dewan memberikan perhatian penuh pada kasus ini. DPRD juga menyatakan sikap sepakat dan mendukung penuh langkah cepat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang langsung membentuk tim investigasi khusus untuk turun tangan.
"DPRD Sumedang menghormati langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang telah membentuk tim investigasi untuk menindaklanjuti isu yang tengah berkembang ini," kata Mamat, Senin (31/8).
Mamat menambahkan, pihak DPRD kini mengambil sikap menunggu hasil resmi dari tim investigasi Pemprov Jawa Barat. Dia menaruh harapan agar proses pengusutan kasus ini dapat berjalan secara objektif dan transparan, sehingga mampu menghasilkan keputusan adil serta dapat dipertanggungjawabkan di mata publik.
Meski roda pemerintahan daerah tengah diterpa angin puting beliung kabar sensitif, DPRD mewanti Pemkab Sumedang agar tidak hilang fokus. Pelayanan kepada masyarakat dan kelangsungan roda pemerintahan harus tetap menjadi prioritas utama yang tak boleh terganggu.
"Pimpinan DPRD Sumedang juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpancing spekulasi dan tetap menjaga situasi agar selalu kondusif," imbau Mamat.
Advertisement
Peserta Rapat
Rapat krusial tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan DPRD lintas komisi dan fraksi. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Ketua Komisi I Asep Kurnia, Ketua Komisi III Endang Taufiq FR, serta Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah Rahmat Juliadi.
Tak hanya itu, suara bulat dalam rapat ini juga merepresentasikan seluruh fraksi yang ada di parlemen Sumedang, mulai dari Fraksi Partai Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PAN, PKB, hingga PDIP.
Sebelumnya, Fajar juga mempersilahkan kepada Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus pelecehan seksual dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Fajar terhadap sekretaris pribadinya yang berinisial R.
"Saya sambut baik, biar terang benderang semuanya," kata dia melalui keterangan yang diterima pada Sabtu (29/8).
Fajar juga mengaku siap untuk dimintai keterangan agar kasus itu menjadi terang benderang. Masyarakat pun diimbau menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim investigasi dan tak terprovokasi oleh isu yang dinilainya hoaks.
"Gak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi warga tidak kemana-mana," ucap dia.
Lebih lanjut, Fajar menyayangkan soal adanya media yang tak terverifikasi Dewan Pers sengaja menyebarkan isu tersebut tanpa memberinya ruang klarifikasi. Atas beredarnya isu hoaks tersebut, dia membuka peluang untuk menempuh jalur hukum.
"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," kata dia.
"Tentu nanti kita ambil tindakan hukum, saya hanya ingin fokus. Kalau ya ditemukan ada pencemaran nama baik, ya kita tempuh jalur hukum," lanjut dia.