Wabup Sumedang Jawab Tuduhan Lecehkan Sespri

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila mengaku siap untuk dimintai keterangan agar kasus itu menjadi terang benderang.

Azzura Galexia
Oleh Azzura Galexia - Reporter
Wabup Sumedang Jawab Tuduhan Lecehkan Sespri
Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila. (Istimewa).

Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila mempersilakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membentuk tim investigasi untuk menelusuri kasus pelecehan seksual dan penganiayaan diduga dilakukan Fajar terhadap sekretaris pribadinya berinisial R.

"Saya sambut baik, biar terang benderang semuanya," kata Fajar melalui keterangan diterima pada Sabtu (29/8).

Fajar juga mengaku siap untuk dimintai keterangan agar kasus itu menjadi terang benderang. Masyarakat juga diimbau menunggu hasil pemeriksaan dilakukan tim investigasi dan tak terprovokasi kabar dinilainya hoaks.

"Enggak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi warga tidak ke mana-mana," ujar dia.

Lebih lanjut, Fajar menyayangkan soal adanya media yang tak terverifikasi Dewan Pers sengaja menyebarkan isu tersebut tanpa memberinya ruang klarifikasi. Atas beredarnya isu hoaks tersebut, dia membuka peluang untuk menempuh jalur hukum.

"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," kata dia.

"Tentu nanti kita ambil tindakan hukum, saya hanya ingin fokus. Kalau ya ditemukan ada pencemaran nama baik, ya kita tempuh jalur hukum," lanjut dia.

 

Korban Juga Bantah Dilecehkan dan Dianiaya

Sementara itu, R membantah telah menjadi korban pelecehan dan penganiayaan oleh Fajar. Dia pun meminta agar semua pihak berhenti menyebarkan isu hoaks.

"Tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Dedi Mulyadi memastikan Pemprov Jabar sudah membentuk tim investigasi untuk menelusuri kebenaran kabar tersebut.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu bisa tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi," kata dia melalui keterangannya pada Jumat (28/8).

Maka dari itu, Dedi meminta agar semua pihak menunggu hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim investigasi. Jangan sampai, menyebar isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Untuk itu pada semua pihak mohon bersabar, sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi," ucap dia.

 

Rekomendasi