Kemeriahan perayaan Karnaval Budaya HUT ke-81 RI di Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, berakhir dengan insiden yang tidak terduga. Sebuah bangunan Pos Kamling di Dusun Gumuksari roboh setelah tersenggol oleh mobil pikap pengangkut sound horeg, Sabtu (29/8/2026).
Peristiwa ini sempat terekam dalam video berdurasi 24 detik dan beredar luas di media sosial. Bermula saat iring-iringan karnaval melintasi jalan sempit di Dusun Gumuksari. Kendaraan Isuzu Traga dengan nomor polisi L 8456 AB yang membawa muatan sound system LA Audio tersebut diduga tidak mampu melewati tikungan dengan aman.
Kapolsek Rambipuji, AKP Eko Yulianto, menjelaskan bahwa muatan yang dibawa pikap tersebut memiliki dimensi yang terlalu tinggi dan lebar. Hal ini menyebabkan bagian atas sound system tersangkut pada bangunan Pos Kamling hingga mengakibatkan bangunan permanen tersebut ambruk dan menimpa kerumunan penonton yang berada di dekat lokasi.
"Bagian sound system yang mengekor tersangkut Pos Kamling hingga roboh," ujar Eko, Sabtu (29/8/2026).
Akibat jatuhnya enam unit subwoofer raksasa dari atas pikap, tiga orang penonton dilaporkan mengalami luka-luka. Para korban terdiri dari seorang wanita dewasa bernama Siah (45) yang mengalami memar dan benjolan di kepala, serta dua anak-anak yakni Tian (9) yang menderita benjolan di dahi kanan, dan Bela (10) yang mengalami luka lecet pada tangan serta kaki.
Warga bersama panitia acara segera mengevakuasi ketiga korban ke Puskesmas Nogosari untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan, tim medis menyatakan bahwa kondisi ketiga korban tidak memerlukan rawat inap lebih lanjut.
Pihak panitia Karnaval Budaya Desa Curahmalang telah menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan para korban hingga dinyatakan pulih. Meski insiden ini sempat memicu kepanikan di lokasi, pihak kepolisian memastikan bahwa rangkaian kegiatan karnaval tetap dilanjutkan hingga selesai.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Penyelidikan awal mengungkap adanya pergantian pengemudi sesaat sebelum insiden terjadi, di mana kendaraan yang semula dikemudikan oleh warga setempat bernama Puji, mendadak diserahkan kepada seseorang bernama Toni saat mendekati lokasi kejadian.
Selain menelusuri dugaan kelalaian terkait dimensi muatan yang melampaui batas aman jalan, kepolisian juga sedang mendalami kemungkinan adanya pengaruh minuman keras terhadap pengemudi saat insiden berlangsung. Proses hukum terhadap pihak-pihak terkait saat ini masih terus berjalan.
"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Pengemudi sudah dimintai klarifikasi dan proses hukum tetap berjalan," tegas Eko.