Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) menegaskan pencalonannya sebagai kandidat direktur jenderal (dirjen) WHO merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut langkah maju BGS dirjen WHO juga terkait dorongan agar kepentingan negara berkembang lebih terwakili di level global.
"(Pencalonan, red.) itu kan amanah dari Bapak Presiden yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tetapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Jadi, Beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya (saya, red.) diminta agar cobalah maju. Ya, saya kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, harus kita lakukan," kata Budi menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di pelataran Bina Graha, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (31/8).
Ia menambahkan pentingnya keterwakilan Global South dalam kepemimpinan lembaga internasional. "Banyak sekali negara-negara yang merasa bahwa perwakilan atau suara dari negara-negara berkembang atau Global South ini harus lebih didengar, karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin sehingga perlulah ada wakil dari negara-negara Global South atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti (WHO, red.) ini," ujar Budi, seperti dikutip dari Antara.
Advertisement
Amanah Prabowo untuk BGS
Budi mengungkap pesan yang disampaikan Presiden Prabowo terkait langkahnya maju dalam bursa dirjen WHO. "Beliau menitipkan amanah ke saya, kalau bisa wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global," kata dia.
Ia menyebut proses pemilihan masih panjang, dengan sekitar dua tahapan lagi sebelum mengerucut menjadi tiga kandidat akhir untuk posisi dirjen WHO.
Organisasi Kesehatan Dunia yang berada di bawah naungan PBB saat ini dipimpin Tedros Adhanom Ghebreyesus, mantan menteri luar negeri dan menteri kesehatan Ethiopia. Ia menjadi orang Afrika pertama yang terpilih sebagai dirjen WHO, kini memasuki periode kedua setelah menjabat pada 2017–2022 dan berlanjut 2022–2027.
Menurut laman resmi WHO yang terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2026, terdapat empat kandidat yang diajukan masing-masing oleh satu negara: Budi Gunadi Sadikin (Indonesia), Hans Henri P. Kluge (Belgia), Hanan Balkhy (Arab Saudi), dan Hanan Mohammed Al-Kuwari (Qatar).