Prabowo Bicara Soal Koalisi: Indonesia Bukan Negara Kecil

Di Muktamar ke-35 NU, Prabowo menilai koalisi partai politik mutlak bagi pemerintahan. Ia memaparkan alasan soal ukuran Indonesia dan kebutuhan stabilitas.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Bicara Soal Koalisi: Indonesia Bukan Negara Kecil
Prabowo menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Senin (31/8/2026). (Dokumentasi sekretariat presiden).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlunya koalisi partai politik untuk menjalankan pemerintahan. Ia menyatakan Indonesia terlalu besar untuk dipimpin oleh satu partai.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8), dengan menyoroti skala wilayah dan jumlah penduduk Indonesia yang besar.

Ia menuturkan kesetaraan ukuran Indonesia dengan benua Eropa untuk menggambarkan kebutuhan berkoalisi. "Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara. Lebih. 27 negara itu yang masuk NATO atau Uni Eropa, nanti ada lagi yang tidak masuk. Mungkin totalnya, mungkin 35 juga. Kita satu negara. Kita besar sekali. Dan karena demokrasi, saya harus berkoalisi," kata Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8).

Ia juga mengaitkan urgensi koalisi dengan tantangan tata kelola dan jumlah penduduk yang terus bertambah. "Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai," sambung Prabowo.

Efisiensi Koalisi Partai Politik dan Kebutuhan Stabilitas

Prabowo menilai komposisi partai politik dalam pemerintahannya saat ini sudah efisien dibandingkan dengan banyak negara lain yang memiliki lebih banyak partai di parlemen dan pemerintahan.

Ia membandingkan dinamika politik di Jepang dan Inggris yang kerap berganti Perdana Menteri dalam beberapa tahun terakhir. "Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai. Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam 5 tahun mungkin 7-8 kali Perdana Menteri," ujar Prabowo.

Menurutnya, stabilitas menjadi syarat penting agar program pemerintah berjalan. "Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan," kata Prabowo.

Rekomendasi