Merawat tanaman hias kerap dianggap merepotkan bagi orang dengan jadwal padat, terutama karena penyiraman rutin dianggap menyita waktu dan tenaga. Akan tetapi, yang sebagian orang lupa bahwa tidak semua koleksi hijau butuh perhatian setiap hari. Sederet tanaman hias yang cukup disiram seminggu sekali justru tetap tumbuh subur dan mempercantik rumah tanpa merepotkan pemiliknya.
Karakteristik tanaman semacam ini umumnya terletak pada daun tebal, batang berdaging, atau umbi yang mampu menyimpan cadangan air dalam jumlah besar. Sifat itu membuat mereka tahan terhadap kondisi kering dan justru rentan membusuk bila disiram berlebihan. Alasan inilah yang menjadikan jenis-jenis tersebut favorit di kalangan pekerja kantoran maupun mereka yang sering bepergian ke luar kota.
Berikut daftar lima belas tanaman hias yang cukup disiram seminggu sekali dan populer di berbagai rumah tangga Indonesia, dirangkum oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Senin (20/7/2026). Simak ulasan lengkapnya agar tidak salah pilih saat berburu tanaman untuk mempercantik hunian.
Advertisement
1. Lidah Mertua
Lidah mertua atau Sansevieria trifasciata menjadi salah satu tanaman hias paling dikenal di Indonesia berkat daunnya yang tegak, kaku, dan bermotif garis hijau kekuningan. Bentuknya yang khas membuat tanaman ini sering ditempatkan di sudut ruang tamu maupun teras rumah sebagai elemen dekoratif sekaligus pembersih udara alami di dalam rumah.
Daun lidah mertua menyimpan cadangan air dalam jaringan tebalnya sehingga tanaman ini tergolong tahan kekeringan dalam waktu cukup lama. Penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali, bahkan bisa lebih jarang saat musim hujan, karena akarnya rentan membusuk apabila media tanam terlalu lembap dalam waktu lama.
Advertisement
2. Kaktus Koboi
Kaktus koboi dikenal lewat bentuk batangnya yang menjulang dengan cabang menyerupai tangan, mengingatkan pada lanskap gurun Amerika dalam film-film klasik bertema koboi. Tekstur berduri dan warna hijau pekatnya kerap dijadikan aksen unik pada rak buku atau meja kerja bergaya minimalis di rumah maupun kantor.
Sebagai tanaman asli daerah kering, kaktus koboi menyimpan air dalam jaringan batangnya sehingga mampu bertahan tanpa disiram selama berminggu-minggu lamanya. Penyiraman seminggu sekali sudah lebih dari cukup, dan sebaiknya media tanam dibiarkan benar-benar kering sebelum disiram kembali agar akar tidak mudah membusuk.
Advertisement
3. Sukulen Echeveria
Sukulen Echeveria tampil dengan susunan daun berbentuk roset yang menyerupai kelopak bunga, hadir dalam gradasi warna hijau, ungu, hingga merah muda pastel yang lembut. Bentuknya yang mungil membuat tanaman ini populer sebagai penghias meja kerja atau rak jendela yang terkena sinar matahari cukup sepanjang hari.
Daun Echeveria yang tebal berfungsi menyimpan cadangan air sehingga tanaman ini tidak membutuhkan penyiraman intens setiap harinya. Cukup siram seminggu sekali dengan jumlah air secukupnya, lalu pastikan media tanam memiliki drainase baik agar kelembapan berlebih tidak merusak susunan daunnya yang rapat dan padat.
Advertisement
4. Sirih Gading
Sirih gading tumbuh menjalar dengan daun berbentuk hati berwarna hijau berpadu kuning keemasan, sering digantung di teras atau dirambatkan pada penyangga kayu maupun tembok. Keindahan corak daunnya membuat tanaman ini kerap dijadikan pilihan utama untuk mempercantik dinding maupun rak bertingkat di rumah.
Meski bisa tumbuh subur di media air, sirih gading yang ditanam di tanah justru lebih tahan lama tanpa penyiraman rutin setiap hari. Cukup siram seminggu sekali saat permukaan tanah mulai kering, karena akarnya cenderung mudah membusuk jika media tanam terus-menerus dalam kondisi basah.
Advertisement
5. ZZ Plant
ZZ Plant atau Zamioculcas zamiifolia memiliki daun hijau mengkilap yang tersusun rapi menyerupai bulu unggas, memberikan kesan elegan pada ruangan bergaya modern minimalis. Tanaman asal Afrika Timur ini kian digemari karena mampu bertahan hidup meski diletakkan di sudut ruangan dengan cahaya matahari yang minim.
Rimpang di bagian bawah tanah berfungsi sebagai gudang cadangan air alami bagi ZZ Plant, menjadikannya salah satu tanaman hias paling toleran terhadap kekeringan. Penyiraman seminggu sekali sudah memadai, bahkan interval lebih panjang tetap aman selama media tanam belum benar-benar mengering total.
Advertisement
6. Kamboja Jepang
Kamboja Jepang atau Adenium obesum memikat perhatian lewat batangnya yang menggembung menyerupai bonsai serta bunga berwarna cerah dari merah muda hingga putih bersih. Bentuk unik itu menjadikannya primadona di kalangan kolektor tanaman hias yang menyukai kesan eksotis pada halaman rumah bergaya tropis.
Batang Adenium menyimpan cadangan air dalam jumlah besar layaknya tanaman gurun, sehingga tergolong sangat tahan kekeringan sepanjang musim kemarau. Penyiraman seminggu sekali sudah cukup untuk menjaga kesegarannya, dan penyiraman berlebih justru berisiko membuat batangnya membusuk dari bagian pangkal hingga ke akar.
Advertisement
7. Lidah Buaya
Lidah buaya atau Aloe vera dikenal luas berkat daunnya yang berdaging tebal dan bergerigi, menyimpan gel bening yang kerap dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut secara alami. Selain fungsi praktisnya, tanaman ini juga tampil menarik sebagai penghias pot di teras rumah.
Struktur daun Aloe vera yang tebal mampu menampung cadangan air dalam jumlah besar, membuatnya tergolong tanaman yang sangat tahan terhadap kekeringan. Penyiraman seminggu sekali sudah ideal, terutama bila pot ditempatkan di area dengan sirkulasi udara baik agar media tanam cepat mengering.
Advertisement
8. Aglaonema atau Sri Rejeki
Aglaonema, yang lebih dikenal dengan sebutan Sri Rejeki, tampil dengan corak daun berwarna-warni mulai dari hijau tua, merah muda, hingga kombinasi krem yang mencolok dan menarik perhatian. Popularitasnya di Indonesia tidak lepas dari kepercayaan bahwa tanaman ini membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
Meski tidak setahan sukulen, Aglaonema tetap tergolong tanaman yang bisa disiram seminggu sekali asalkan media tanamnya memiliki drainase yang memadai dan tidak menggenang air. Penyiraman berlebihan justru menjadi penyebab utama daun menguning dan akar membusuk pada tanaman hias populer ini.
Advertisement
9. Janda Bolong
Janda bolong atau Monstera adansonii mencuri perhatian lewat daun berlubang alami yang membentuk pola artistik, menjadikannya buruan kolektor tanaman hias sejak beberapa tahun terakhir hingga sekarang. Bentuk daunnya yang unik sering dipajang menggantung agar rambatannya terlihat maksimal dan estetik di mata setiap orang.
Tanaman tropis ini menyimpan kelembapan pada batang dan daunnya sehingga tidak memerlukan penyiraman setiap hari seperti tanaman hias lain pada umumnya. Penyiraman seminggu sekali cukup menjaga pertumbuhannya tetap optimal, dengan catatan media tanam dibiarkan agak kering di antara jadwal penyiraman agar akar tetap sehat.
Advertisement
10. Palem Kuning
Palem kuning atau Dypsis lutescens tumbuh menjulang dengan batang ramping berwarna kekuningan dan daun menyirip lebat, sering dijadikan pembatas ruangan atau elemen hijau di halaman depan rumah bergaya modern tropis yang asri dan sejuk. Tampilannya yang rimbun juga kerap dipakai untuk menyamarkan pagar beton yang polos.
Meski berukuran besar, palem kuning tergolong tanaman yang cukup toleran terhadap kekeringan setelah sistem akarnya kuat dan menancap sempurna di media tanam. Penyiraman seminggu sekali sudah memadai untuk tanaman dewasa, sementara bibit muda mungkin membutuhkan perhatian sedikit lebih sering pada tahap awal penanaman.
Advertisement
11. Cocor Bebek
Cocor bebek dikenal lewat kemampuan uniknya menumbuhkan tunas baru di sepanjang tepi daun, menjadikannya tanaman favorit untuk diperbanyak secara alami tanpa perlu teknik cangkok maupun stek batang yang rumit dan memakan waktu lama. Tunas kecil itu bisa langsung ditanam begitu jatuh ke media tanam.
Daun cocor bebek yang berdaging tebal berfungsi menyimpan cadangan air sehingga tanaman ini sangat toleran terhadap kekeringan dalam waktu cukup panjang. Penyiraman seminggu sekali sudah cukup, bahkan penyiraman berlebih justru berisiko membuat daunnya lembek dan akar mudah membusuk dalam pot.
Advertisement
12. Puring
Puring atau Codiaeum variegatum tampil mencolok dengan daun berwarna kombinasi hijau, kuning, merah, hingga ungu yang menyerupai kanvas alami, menjadikannya pilihan populer untuk mempercantik pagar maupun taman depan rumah bergaya tropis. Corak daunnya bahkan bisa berbeda pada tiap cabang yang tumbuh.
Meski tampilannya rimbun, puring tergolong tanaman yang cukup tahan kekeringan setelah beradaptasi dengan lingkungan barunya selama beberapa minggu pertama. Penyiraman seminggu sekali umumnya sudah mencukupi kebutuhan airnya, terutama jika tanaman ditanam langsung di tanah dengan paparan sinar matahari yang cukup.
Advertisement
13. Bromelia
Bromelia memikat mata lewat susunan daun roset berwarna cerah yang mengelilingi bunga di bagian tengahnya, sering dijadikan aksen tropis pada taman minimalis maupun pot gantung di teras rumah yang teduh. Perpaduan warnanya yang mencolok membuat tanaman ini mudah menjadi pusat perhatian.
Struktur daunnya yang membentuk cawan alami memungkinkan Bromelia menampung cadangan air di bagian tengah roset selama beberapa hari. Penyiraman seminggu sekali pada bagian cawan tersebut sudah cukup menjaga kesegarannya, sehingga media tanam di pangkal akar tidak perlu selalu dalam kondisi basah.
Advertisement
14. Dracaena Marginata atau Bambu Jepang
Dracaena marginata, yang akrab disebut bambu Jepang, memiliki batang ramping menyerupai tongkat dengan daun panjang bertepi merah keunguan, memberikan kesan elegan pada sudut ruangan bergaya kontemporer maupun industrial. Bentuknya yang menjulang kerap dijadikan focal point di lobi maupun ruang kerja.
Batang Dracaena marginata menyimpan cadangan air yang membuatnya tahan terhadap jadwal penyiraman jarang sekalipun. Cukup siram seminggu sekali dengan volume sedang, lalu pastikan pot memiliki lubang drainase agar akar tidak terendam air dalam waktu lama dan berisiko membusuk hingga ke pangkal batang.
Advertisement
15. Haworthia
Haworthia tampil mungil dengan daun berbentuk segitiga tebal berhias garis atau bintik putih transparan, menjadikannya incaran kolektor sukulen yang menyukai tanaman berukuran kecil untuk dipajang di meja kerja maupun rak buku. Ukurannya yang kompak membuat perawatannya terasa lebih praktis dibanding sukulen besar.
Sebagai kerabat dekat lidah buaya, Haworthia menyimpan cadangan air dalam jaringan daunnya yang tebal sehingga sangat tahan kekeringan dalam waktu lama. Penyiraman seminggu sekali dengan jumlah sedikit sudah cukup, bahkan interval lebih panjang tetap aman bagi tanaman mungil yang satu ini.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Hias yang Cukup Disiram Seminggu Sekali
1. Apa saja ciri tanaman hias yang cukup disiram seminggu sekali?
Tanaman jenis ini umumnya memiliki daun tebal, batang berdaging, atau umbi yang mampu menyimpan cadangan air, sehingga tidak membutuhkan penyiraman setiap hari.
2. Apakah tanaman hias tahan kekeringan cocok untuk pemula?
Sangat cocok, karena perawatannya sederhana dan risiko kesalahan akibat penyiraman berlebih justru lebih kecil dibandingkan tanaman yang butuh air setiap hari.
3. Bagaimana cara mengetahui tanaman perlu disiram atau belum?
Cara paling sederhana adalah memeriksa kelembapan media tanam dengan jari; jika permukaan tanah sudah kering sekitar dua sentimeter, tanaman siap disiram kembali.
4. Apa risiko menyiram tanaman sukulen terlalu sering?
Penyiraman berlebih dapat membuat akar membusuk dan batang menjadi lembek, sehingga tanaman justru layu meski terlihat mendapat cukup air.
5. Di mana sebaiknya meletakkan tanaman hias tahan kering di rumah?
Sebagian besar tanaman ini tumbuh optimal di area dengan cahaya matahari cukup, seperti dekat jendela atau teras, agar proses penguapan air berjalan seimbang.