6 Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi

Cara merawat pohon alpukat dari biji agar tidak terus tumbuh tinggi dengan mengatur pucuk, cabang, air, dan nutrisi.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
6 Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi
Cara Memangkas Pohon Alpukat. (AI Generated)

Pohon alpukat yang ditanam dari biji cenderung tumbuh meninggi sebelum membentuk banyak cabang. Jika pertumbuhan ini terus berlangsung, batang bisa semakin tinggi sementara percabangan masih sedikit sehingga perawatan dan pemanenan buah nantinya menjadi lebih sulit.

Arah pertumbuhan tersebut bisa diatur sejak tanaman masih muda melalui beberapa bagian perawatan, mulai dari penempatan tanaman hingga pemangkasan pucuk. Pengaturan air, nutrisi, dan percabangan juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan tidak hanya terpusat pada pertambahan tinggi batang.

Menanam alpukat dari biji memang membutuhkan waktu hingga tanaman berkembang menjadi pohon yang siap berbuah. Karena itu, perawatan sejak awal perlu diarahkan agar tanaman membentuk struktur yang mendukung pertumbuhan berikutnya. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan agar pohon alpukat tidak terus tumbuh ke atas? Berikut Merdeka.com hadirkan 6 triknya yang bisa diterapkan, Minggu (20/9).

1. Pilih Tempat yang Mendukung Pertumbuhan

6 Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi
6 Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi (Foto: Pexels/Quang Nguyen)

Pohon alpukat membutuhkan tempat yang memperoleh cahaya matahari dan memiliki ruang untuk berkembang. Ketika tanaman diletakkan di area yang kurang mendapat cahaya, pertumbuhan batang bisa lebih banyak mengarah ke atas untuk mencari sumber cahaya. Karena itu, lokasi perlu diperhatikan sejak tanaman mulai tumbuh.

Jika ditanam dalam pot, letakkan tanaman pada tempat yang memperoleh cahaya matahari setiap hari. Pastikan pula posisi tanaman tidak terlalu dekat dengan dinding atau benda lain yang menghalangi arah pertumbuhan cabang. Ruang di sekeliling tanaman membantu cabang berkembang tanpa segera bertemu penghalang.

Perubahan posisi juga perlu dilakukan dengan pertimbangan kondisi tanaman. Jangan langsung memindahkan tanaman dari tempat teduh ke paparan matahari dalam waktu lama. Berikan kesempatan agar tanaman menyesuaikan diri sehingga perubahan lingkungan tidak mengganggu pertumbuhannya.

2. Pangkas Pucuk Saat Tanaman Mulai Tinggi

Salah satu cara mengarahkan pertumbuhan pohon alpukat adalah memangkas bagian pucuk ketika batang sudah tumbuh cukup tinggi. Pemangkasan ini bertujuan mengurangi dominasi pertumbuhan pada bagian paling atas sehingga tunas pada bagian lain memiliki kesempatan untuk berkembang.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan dengan alat yang bersih dan pada bagian yang memang ingin dikurangi. Jangan memangkas terlalu banyak dalam satu waktu karena tanaman tetap membutuhkan daun untuk mendukung pertumbuhannya. Setelah pemangkasan, amati tunas yang muncul di sekitar bagian batang.

Ketika tunas mulai berkembang, pilih beberapa bagian yang posisinya sesuai dengan bentuk tanaman yang diinginkan. Cara ini membantu mengarahkan pohon alpukat agar memiliki percabangan dari bagian batang yang lebih rendah, sehingga tanaman tidak terus tumbuh dengan satu batang panjang.

3. Jangan Membiarkan Satu Batang Tumbuh Sendiri

Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi
Trik Agar Pohon Alpukat dari Biji Tidak Sekadar Tumbuh Tinggi (Foto: Pexels/Sokmeas)

Tanaman yang terus dibiarkan dengan satu batang utama bisa semakin tinggi tanpa menghasilkan percabangan yang cukup. Karena itu, pertumbuhan tunas perlu diperhatikan sejak awal. Tunas yang muncul dari batang dapat menjadi calon cabang untuk membentuk tanaman.

Tidak semua tunas perlu dipertahankan dalam jumlah banyak. Pilih tunas yang tumbuh pada posisi yang tidak saling bertumpuk dan memiliki ruang untuk berkembang. Dengan begitu, energi pertumbuhan tanaman tidak terlalu banyak diarahkan pada bagian yang berada di tempat yang sama.

Perawatan ini juga membantu menjaga bentuk pohon alpukat ketika ukurannya bertambah. Cabang yang tumbuh dari beberapa bagian batang akan membuat tanaman lebih mudah dirawat. Daun, tunas, dan bagian lain juga bisa diamati tanpa harus menunggu tanaman mencapai ukuran yang terlalu tinggi.

4. Atur Penyiraman Sesuai Kondisi Media

Air diperlukan untuk pertumbuhan pohon alpukat, tetapi penyiraman tidak perlu dilakukan dengan jumlah yang sama setiap hari. Perhatikan kondisi media tanam sebelum menambahkan air. Jika media masih basah, penyiraman berikutnya bisa ditunda sampai bagian atas mulai mengering.

Penyiraman juga perlu disesuaikan dengan tempat tanaman berada. Tanaman dalam pot biasanya membutuhkan perhatian lebih karena jumlah media terbatas. Setelah hujan, periksa kondisi media sebelum kembali menyiram agar air tidak terus menumpuk di sekitar akar.

Kebiasaan memeriksa media sebelum menyiram membuat perawatan menjadi lebih mudah. Tujuannya bukan membuat tanah selalu basah, melainkan menyediakan air sesuai kebutuhan tanaman. Dengan cara tersebut, pertumbuhan pohon alpukat bisa berlangsung tanpa bergantung pada jadwal penyiraman yang kaku.

5. Berikan Nutrisi Sesuai Pertumbuhan Tanaman

Cara Memberikan Nutrisi Pohon Alpukat
Cara Memberikan Nutrisi Pohon Alpukat (AI Generated)

Pertumbuhan pohon alpukat dari biji juga dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi. Tanaman yang terus bertambah besar membutuhkan sumber makanan dari media tanam. Namun, pemberian pupuk sebaiknya tidak dilakukan dengan prinsip semakin banyak semakin baik.

Gunakan pupuk sesuai petunjuk pada kemasan dan perhatikan kondisi tanaman sebelum memberikannya. Jika tanaman masih kecil, kebutuhan dan frekuensi pemberian tidak bisa disamakan dengan tanaman yang sudah besar. Perubahan pada daun dan pertumbuhan tunas juga bisa menjadi bahan pengamatan.

Selain pupuk, kondisi media tanam perlu diperhatikan. Media yang sudah lama digunakan bisa mengalami perubahan sehingga perlu dirawat atau diganti sesuai kebutuhan. Perawatan tersebut membantu menyediakan tempat tumbuh yang mendukung perkembangan akar dan bagian tanaman lainnya.

6. Bentuk Cabang Secara Bertahap

Setelah tunas mulai muncul, jangan terburu-buru mempertahankan semua cabang. Amati arah pertumbuhan masing-masing cabang dan pilih beberapa yang memiliki posisi sesuai dengan bentuk pohon yang ingin dipelihara. Cara ini bisa dilakukan secara bertahap seiring pertumbuhan tanaman.

Cabang yang tumbuh terlalu rapat dapat membuat bagian tertentu sulit mendapatkan cahaya. Karena itu, beberapa cabang bisa dikurangi jika pertumbuhannya saling bertumpuk. Pemilihan cabang dilakukan sedikit demi sedikit agar tanaman tetap memiliki bagian yang mendukung pertumbuhan.

Perawatan bertahap membuat pohon alpukat lebih mudah dibentuk tanpa memangkas banyak bagian sekaligus. Kuncinya adalah mengamati perubahan tanaman setelah setiap tindakan. Dengan cara tersebut, tanaman dari biji tidak hanya dibiarkan meninggi, tetapi diarahkan untuk membentuk batang dan percabangan yang lebih mudah dirawat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Agar Pohon Alpukat

Apakah alpukat dari biji bisa tumbuh menjadi pohon?

Bisa. Biji alpukat dapat tumbuh menjadi tanaman jika memperoleh air, media tanam, cahaya, dan kondisi tumbuh yang sesuai.

Mengapa alpukat dari biji tumbuh tinggi dan kurus?

Pertumbuhan ke atas bisa terjadi ketika tanaman lebih banyak mengarahkan pertumbuhan pada batang utama, termasuk karena kondisi cahaya dan pola pertumbuhan tanaman.

Kapan pucuk alpukat dari biji boleh dipangkas?

Pucuk bisa dipangkas ketika tanaman sudah cukup tumbuh dan memiliki batang yang memungkinkan untuk diarahkan. Pemangkasan dilakukan secara bertahap.

Apakah alpukat dari biji bisa cepat berbuah?

Tanaman alpukat yang berasal dari biji membutuhkan waktu sebelum menghasilkan buah, dan waktu berbuah bisa berbeda dibandingkan tanaman hasil perbanyakan vegetatif.

Bagaimana agar alpukat dari biji cepat bercabang?

Pertumbuhan cabang bisa diarahkan dengan pemangkasan pucuk dan pemilihan tunas yang tumbuh pada posisi yang sesuai, disertai perawatan air, cahaya, dan nutrisi.

 

 

 

Rekomendasi