Lap dapur merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang paling sering digunakan setiap hari. Namun, benda ini juga berpotensi menjadi sarang bakteri dan kuman berbahaya jika tidak dirawat dengan baik.
Bahkan, dalam sebuah penelitian, para ilmuwan menemukan bahwa lap dapur adalah benda yang paling banyak menyimpan bakteri di rumah, bahkan dalam beberapa kasus, lebih kotor dari kloset.
Jika lap yang tidak bersih ini digunakan untuk mengelap peralatan makan atau permukaan dapur, ada risiko kotoran akan berpindah kembali. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara merawat lap dapur agar tetap bersih, higienis, dan bebas bau. Berikut ulasannya dari Merdeka.com, Sabtu (19/9/2026).
Advertisement
1. Pisahkan Lap Berdasarkan Fungsinya
Gunakan lap yang berbeda untuk setiap kebutuhan di dapur. Pisahkan lap untuk mengeringkan tangan, mengelap meja, membersihkan peralatan makan, dan menangani tumpahan minyak atau makanan.
Kebiasaan ini membantu mencegah kotoran dan bakteri dari satu area berpindah ke area lainnya. Lap yang digunakan untuk membersihkan kompor sebaiknya tidak digunakan untuk mengeringkan tangan atau peralatan makan agar kebersihan dapur tetap terjaga.
Advertisement
2. Keringkan Lap Segera Setelah Digunakan
Setelah digunakan, jangan membiarkan lap tetap basah atau lembap dalam waktu lama. Segera gantung lap di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar dapat mengering dengan sempurna.
Kondisi lembap dapat membuat lap lebih mudah berbau dan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Hindari pula menggantung lap dalam keadaan terlipat karena bagian dalamnya akan lebih lama kering. Pastikan seluruh permukaan lap terkena udara.
Advertisement
3. Jangan Menumpuk Lap Basah
Lap basah yang dibiarkan menumpuk dapat menimbulkan bau tidak sedap karena kelembapan terperangkap di antara kain. Kondisi tersebut juga membuat lap lebih sulit kering dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Jika lap sudah digunakan, segera jemur atau masukkan ke tempat khusus untuk cucian. Jangan mencampurnya dengan lap lain yang masih kering agar kelembapan dan kotoran tidak berpindah. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga lap tetap segar.
Advertisement
4. Cuci Lap Secara Rutin dengan Deterjen
Lap dapur yang digunakan setiap hari perlu dicuci secara rutin untuk menghilangkan minyak, sisa makanan, dan kotoran yang menempel. Gunakan deterjen secukupnya dan pastikan lap dibilas hingga bersih agar tidak meninggalkan residu.
Lap yang digunakan untuk membersihkan tumpahan berat sebaiknya segera dicuci setelah digunakan. Jika penggunaannya sangat intensif, pencucian setiap hari dapat membantu menjaga kebersihan dan mengurangi kemungkinan munculnya bau.
Advertisement
5. Gunakan Air Panas atau Rebus Lap
Air panas dapat membantu meluruhkan minyak dan kotoran yang menempel pada serat kain. Untuk lap dengan bau yang cukup membandel, Anda dapat merendamnya dalam air panas atau merebusnya selama beberapa menit dengan bahan pembersih yang sesuai.
Setelah proses tersebut, cuci lap menggunakan deterjen dan bilas hingga bersih. Pastikan bahan lap tahan terhadap suhu tinggi sebelum menggunakan metode perebusan agar kain tidak cepat rusak.
Advertisement
6. Manfaatkan Bahan Tambahan untuk Mengatasi Bau
Beberapa bahan rumah tangga dapat digunakan sebagai tambahan saat mencuci lap untuk membantu mengurangi bau. Soda kue dapat dicampurkan bersama deterjen, sedangkan cuka putih dapat digunakan dalam proses perendaman atau pembilasan.
Lemon juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengatasi noda dan aroma tidak sedap. Gunakan bahan tersebut secara tepat dan jangan mencampurkan cuka dengan pemutih karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Setelahnya, bilas lap hingga bersih.
Advertisement
7. Cuci Lap Secara Terpisah
Sebaiknya cuci lap dapur secara terpisah dari pakaian, handuk, atau kain rumah tangga lainnya. Lap dapur dapat membawa minyak, sisa makanan, dan kotoran yang berpotensi berpindah ke cucian lain.
Memisahkan lap juga membuat proses pencucian lebih mudah disesuaikan dengan tingkat kekotorannya. Setelah dicuci, pastikan lap dibilas hingga bersih dan segera dikeringkan agar tidak kembali lembap dan menimbulkan bau.
Advertisement
8. Jemur Lap hingga Benar-Benar Kering
Setelah dicuci, jemur lap di tempat yang mendapatkan sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara yang baik. Bentangkan lap secara menyeluruh dan hindari melipatnya ketika masih basah agar setiap bagian dapat mengering secara merata.
Jangan langsung menyimpan lap yang masih terasa lembap karena kondisi tersebut dapat memicu munculnya bau. Setelah benar-benar kering, simpan lap di tempat yang bersih dan tidak lembap.
Advertisement
9. Hindari Pelembut Kain
Pelembut kain sebaiknya tidak digunakan saat mencuci lap dapur karena residunya dapat melapisi serat kain dan mengurangi kemampuan menyerap air. Untuk lap yang digunakan mengeringkan tangan, peralatan, atau permukaan dapur, daya serap merupakan hal penting.
Gunakan deterjen secukupnya dan pastikan lap dibilas dengan baik. Dengan begitu, kain tetap mampu menyerap air secara optimal sekaligus lebih mudah dibersihkan dari kotoran.
Advertisement
10. Ganti Lap Secara Berkala dan Pilih Bahan yang Tepat
Selain menjaga kebersihannya, lap dapur juga perlu diganti secara berkala, terutama jika sudah sulit dibersihkan, berbau terus-menerus, atau seratnya mulai rusak. Pilih kain yang mudah dicuci, memiliki daya serap baik, dan cepat kering.
Katun dapat menyerap air dengan baik, sedangkan microfiber efektif untuk berbagai kebutuhan pembersihan. Pemilihan bahan yang tepat membantu lap tetap nyaman digunakan dan tidak mudah menjadi sumber bau.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Lap Dapur Tidak Cepat Bau
Mengapa lap dapur cepat bau meski sering digunakan?
Lap dapur cepat bau karena sering berada dalam kondisi lembap dan terkena minyak, sisa makanan, serta kotoran yang dapat menempel pada serat kain.
Seberapa sering lap dapur harus dicuci?
Lap yang digunakan setiap hari sebaiknya dicuci secara rutin, bahkan setiap hari jika sering terkena minyak, makanan mentah, atau kotoran berat.
Bagaimana cara menghilangkan bau membandel pada lap dapur?
Rendam atau cuci lap dengan air panas dan deterjen. Soda kue atau cuka putih juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk membantu mengurangi bau.
Kapan sebaiknya lap dapur diganti?
Lap sebaiknya diganti secara berkala, terutama jika tetap berbau setelah dicuci, sulit dibersihkan, atau serat kain mulai rusak dan tidak lagi menyerap dengan baik.