Polda Metro Jaya membentuk satuan tugas antijudi untuk mengantisipasi praktik perjudian atau botoh yang diduga menunggangi pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bekasi. Pemungutan suara dijadwalkan serentak pada Minggu (20/9/2026) di 154 desa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pola pengamanan disiapkan bersama panitia, kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), serta perangkat yang terlibat dalam Pilkades.
"Kami mengimbau dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa ini bisa berjalan aman, damai, dan tertib," kata Budi kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).
Ia juga meminta para calon yang lolos seleksi dan verifikasi siap menerima hasil, sementara pendukung diimbau menghormati proses pemilihan serta menghindari provokasi, intimidasi, dan ancaman.
Advertisement
Satgas Antijudi Jadi Fokus Pengamanan
Perhatian khusus diarahkan pada indikasi Judi. Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Bekasi Kabupaten membentuk satgas untuk mencari dan menindak praktik perjudian dalam Pilkades.
"Ditreskrimum sudah membentuk satgas bersama Polres Metro Kabupaten Bekasi akan menindak tegas apabila menemukan terkait tentang perjudian," ujarnya.
Budi menekankan, keberadaan perjudian yang ditopang pihak bertaruh atau botoh berpotensi mencederai kemurnian proses pemilihan.
"Karena ini memberikan dampak terkait tentang tidak murninya lagi prosesi akuntabilitas tentang pemilihan kepala desa," katanya.
Pengamanan Pilkades akan mengedepankan pendekatan humanis. Anggota Polri tidak diperbolehkan membawa senjata api selama pengamanan berlangsung.
"Kalaupun ada kejadian-kejadian kita akan mencari solusi membuat situasi tetap aman, damai, dan dapat dikendalikan," ucapnya.