Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk tidak lagi sekadar mengejar angka produksi. Sebagai salah satu pengelola lahan perkebunan terbesar di dunia, perusahaan milik negara ini mulai mengarusutamakan efisiensi karbon dan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh lini operasionalnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar PTPN Group dalam mentransformasi bisnis perkebunan agar lebih ramah lingkungan dan relevan dengan tuntutan pasar global.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengungkapkan bahwa bisnis perkebunan sangat bergantung pada kelestarian sumber daya alam. Karena itu, pertumbuhan kinerja keuangan harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.
"Bagi kami, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari transformasi perusahaan. Ini tentang bagaimana bisnis perkebunan dikelola untuk menciptakan nilai jangka panjang," ujar Denaldy di Jakarta, Sabtu (19/9).
Menurut Denaldy, langkah konkret seperti penekanan emisi karbon, efisiensi sumber daya, hingga konversi ke energi terbarukan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga keberlanjutan bisnis di masa depan.
Advertisement
Dampak Positif untuk Lingkungan
SVP Strategy & Corporate Performance Management PTPN III, Leonardo Alexander Renatus Pane, menambahkan bahwa konsistensi ini berakar dari kerja keras seluruh insan PTPN yang ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan Indonesia.
"Pengakuan atas kerja keras ini menginspirasi kami untuk terus melangkah lebih jauh, bertumbuh secara bertanggung jawab, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," ujar Leonardo.
Komitmen transformasi hijau tersebut membuahkan pengakuan di tingkat regional. PTPN III (Persero) memboyong dua trofi dalam ajang ESGBusiness Awards 2026 yang berlangsung di Singapura, Kamis (17/9/2026):
- Carbon Disclosure Award: Apresiasi atas transparansi dan keterbukaan informasi perusahaan dalam pengelolaan emisi karbon.
- Renewable Energy Adoption Award: Pengakuan atas keberhasilan porsi penerapan energi terbarukan dalam operasional perkebunan.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Charlton Media Group ini dinilai langsung oleh panel pakar ESG dari firma konsultan global ternama, seperti PwC Singapore, Ernst & Young, Kearney, Deloitte, dan KPMG Singapore. Penilaian didasarkan pada tingkat inovasi, efektivitas dampak lingkungan, serta keberlanjutan strategi yang dijalankan perusahaan.