13 Persen Warga Jakarta Belum Terlayani Pipa, Ini Wilayah yang Disorot

PAM Jaya menyebut cakupan perpipaan di Jakarta baru 83% dengan 1,2 juta pelanggan. Sejumlah kecamatan di Jaksel dan Jaktim masih andalkan air sumur.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
13 Persen Warga Jakarta Belum Terlayani Pipa, Ini Wilayah yang Disorot
PAM Jaya pasang 34 ribu lebih sambungan baru.

PAM Jaya menyatakan sekitar 13 persen warga Jakarta belum terjangkau layanan air minum perpipaan. Tantangan perluasan layanan disebut berada di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Direktur Teknik PAM Jaya, Santika, menyebut kecamatan yang masih menjadi pekerjaan rumah antara lain Jagakarsa, Cilandak, Pasar Rebo, dan Kramat Jati. Sebagian warga di kawasan tersebut masih mengandalkan air sumur. "Contoh, Kecamatan Jagakarsa, Kecamatan Cilandak, kemudian geser ke kiri di Pasar Rebo, kemudian di Kramat Jati yang menjadi challenge. Kenapa? Karena warga Jakarta masih confident menggunakan sumber air lain, yaitu air berbasis air sumur," kata Santika di Jakarta, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Saat ini PAM Jaya memiliki sekitar 1,2 juta pelanggan dengan cakupan layanan perpipaan kurang lebih 83 persen. Upaya sosialisasi untuk mendorong pendaftaran pelanggan baru telah dilakukan di 267 kelurahan dengan menyasar sekitar 15.000 RW atau RT. "Makanya mudah-mudahan dengan momen ini kita bisa kemudian mendapatkan feedback positif dari warga Jakarta untuk kemudian segera mendaftarkan diri," ujarnya.

Sorotan Soal Air Tanah dan Risiko Penurunan Tanah

PAM Jaya mengingatkan agar warga tidak terus-menerus mengandalkan air tanah karena berisiko terhadap lingkungan. Santika menekankan akuifer perlu dijaga karena eksploitasi berlebihan dapat memicu penurunan muka tanah. "Kalau akuifer kita eksploitasi terus, kita sedot, yang terjadi seperti DKI Jakarta. Apa? Land subsidence, permukaan tanahnya turun," kata Santika.

Ia menjelaskan, PAM Jaya tidak mengambil air dari air tanah. Perusahaan memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air baku untuk diolah sebelum disalurkan ke pelanggan.

Untuk kawasan komersial dan elite di Jakarta seperti Sudirman-Thamrin, SCBD, hingga KBN, mayoritas sudah berlangganan PAM Jaya. Meski begitu, masih ada yang menggunakan kombinasi air perpipaan dan sumur dalam. "Contoh misalkan satu kawasan tertentu mereka juga masih menggunakan sumur dalam. Mereka masih mem-balancing antara menggunakan sumur dalam dengan air perpipaan," kata Santika.

Rekomendasi